Tiga tahun sudah berlalu sejak serangan 7 Oktober 2023, namun Kibbutz Nir Oz belum kembali pulih. Komunitas yang dulu dihuni 400 orang ini kini hanya menyisakan bangunan terbengkalai, lubang peluru di pintu kaca, dan kotak surat berwarna merah-hitam yang menandai nasib tragis para penghuninya.
Dalit Ram Aharon, salah satu penyintas, mengenang bagaimana tempat itu dulu ramai dengan aktivitas dan perayaan. Kini ia dan suaminya, Achi, hanya bisa berjalan melewati reruntuhan sambil mengenang sahabat-sahabat yang hilang. Stiker merah di kotak surat menandai mereka yang tewas, sementara hitam untuk yang disandera.
Dari 400 warga, 41 di antaranya tewas dan 76 diculik ke Gaza. Rumah keluarga Siman Tov menjadi saksi bisu kekejaman itu—orang tua ditembak di depan bunker, tiga anak mereka meninggal karena sesak akibat rumah dibakar. Pesan terakhir Tamar kepada tetangga: 'Mereka menembaki kami.'
Meski begitu, Dalit dan Achi bertekad kembali ke Nir Oz untuk membangun ulang kehidupan. Mereka ingin mengenang sahabat-sahabat yang hilang dengan cara melanjutkan hidup di tempat yang sama.