Sepak bola Afrika menyajikan drama tak terduga di final Piala Afrika! Timnas Senegal sempat mogok bertanding, meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan wasit yang kontroversial. Namun, setelah kembali dan melalui babak tambahan waktu yang mendebarkan, Senegal justru berhasil mengalahkan tuan rumah Maroko 1-0 dan meraih gelar juara.
Kericuhan terjadi di Prince Moulay Abdellah Stadium pada Minggu malam. Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir waktu normal, wasit Jean-Jacques Ndala dari Kongo memberikan penalti kontroversial kepada Maroko. Penalti itu diberikan setelah tinjauan VAR, di mana bek sayap Senegal El Hadji Malick Diouf dianggap menarik jatuh bintang Maroko, Brahim Diaz, dalam situasi sepak pojok. Protes keras Senegal memuncak ketika pelatih Pape Bouna Thiaw memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan.
Setelah jeda sekitar 14 menit yang diwarnai adu mulut antara pemain dan ofisial, kapten sekaligus talisman tim, Sadio Mane, berhasil meyakinkan rekan-rekannya untuk kembali ke lapangan. Drama belum usai! Brahim Diaz yang menjadi eksekutor penalti, secara mengejutkan mencoba tendangan 'Panenka' yang lemah. Bola melaju pelan dan mudah ditangkap oleh kiper Senegal, Edouard Mendy. Kelegaan jelas terlihat di kubu Senegal.
Momen kegagalan penalti itu seperti menyuntikkan semangat baru bagi Senegal. Mereka tampil lebih garang di babak tambahan waktu. Di menit ke-94, Pape Gueye muncul sebagai pahlawan. Setelah menerima umpan dari Idrissa Gana Gueye, gelandang Villarreal itu menggiring bola, mengatasi hadangan kapten Maroko Achraf Hakimi, lalu melepaskan tendangan keras terarah ke pojok atas gawang Yassine Bounou. Gol yang indah, sekaligus membuat puluhan ribu pendukung tuan rumah terdiam.
Maroko, yang sangat ingin mengakhiri penantian 50 tahun untuk gelar Piala Afrika kedua mereka di kandang sendiri, tampak sangat terpukul, terutama Diaz yang langsung diganti. Mereka sempat mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui sundulan Nayef Aguerd yang membentur mistar gawang di babak kedua tambahan waktu, namun Dewi Fortuna tak berpihak pada mereka.
Bagi Senegal, ini adalah gelar Piala Afrika kedua mereka dalam tiga edisi terakhir, setelah sebelumnya meraih juara pada tahun 2022. Insiden walk-off ini mungkin sedikit mencoreng keberhasilan turnamen yang secara keseluruhan berjalan sukses, namun kemenangan dramatis ini tentu akan selalu dikenang sebagai salah satu final paling tak terlupakan dalam sejarah Piala Afrika.