AFD KUASAI KURSI KETUA PARLEMEN JERMAN - Berita Dunia
← Kembali

AFD KUASAI KURSI KETUA PARLEMEN JERMAN

Foto Berita

Magdeburg, Jerman - Partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD) mencetak sejarah kelam dengan memenangkan kursi Ketua Parlemen di negara bagian Saxony-Anhalt. Kandidat mereka, Tobias Rausch, berhasil mengamankan posisi tersebut dalam voting yang berlangsung pada Selasa (8/7), menandai pertama kalinya sejak Perang Dunia II partai berhaluan keras menduduki jabatan tertinggi di parlemen regional.

Kemenangan Rausch, politikus berusia 35 tahun yang berlatar belakang agen properti, diraih setelah ia mendapatkan dukungan dari sembilan anggota parlemen dari partai lain. Meskipun AfD sebenarnya kurang tiga kursi untuk mencapai mayoritas mutlak, manuver politik ini berhasil memecah konsensus "firewall" atau tembok pembatas politik yang selama ini menolak kerja sama dengan kelompok sayap kanan.

"Hari-hari tembok politik seharusnya sudah berlalu," ujar Rausch setelah terpilih, dikutip dari kantor berita internasional. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan partai oposisi. Susan Sziborra-Seidlitz dari Partai Hijau menilai momen ini sebagai titik balik berbahaya. "Sebuah garis telah dilanggar," tegasnya, seraya berjanji akan terus mengawasi kebijakan yang berpotensi mengekang hak asasi manusia di wilayah tersebut.

AfD dikenal memiliki agenda pro-Rusia, anti-imigran, dan kebijakan yang diskriminatif terhadap komunitas LGBT serta rencana pemisahan pengungsi anak di sekolah. Badan intelijen domestik Jerman bahkan mengklasifikasikan partai ini sebagai "ekstremis sayap kanan".

Di luar gedung parlemen, lebih dari 300 demonstran menggelar aksi protes. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Never again is now" (Jangan pernah terulang lagi, sekaranglah waktunya), merujuk pada sejarah kelam Nazi Jerman. Massa juga mengerumuni politikus AfD, Ulrich Siegmund, yang tengah berbicara kepada media.

Meski jabatan Ketua Parlemen bersifat seremonial, Rausch kini memiliki kendali atas jalannya debat, akses gedung, dan representasi parlemen di acara resmi. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengaruh AfD semakin sulit dibendung menjelang pemilihan Perdana Menteri negara bagian pada Desember mendatang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook