HONGARIA BUKA ARSIP RAHASIA ERA KOMUNIS, 60 RIBU NAMA TERBONGKAR - Berita Dunia
← Kembali

HONGARIA BUKA ARSIP RAHASIA ERA KOMUNIS, 60 RIBU NAMA TERBONGKAR

Foto Berita

BUDAPEST — Pemerintah Hongaria resmi membuka akses publik terhadap arsip rahasia polisi rahasia era komunis pada Rabu (5/11) waktu setempat. Langkah ini merupakan janji kampanye Perdana Menteri PĂ©ter Magyar yang memenangkan pemilu secara telak pada April lalu.

Sebanyak 60.000 nama yang pernah direkrut sebagai informan oleh dinas rahasia komunis kini bisa diakses publik melalui situs nyitottaktak.hu. Data yang dirilis mencakup nama asli informan, nama sandi, tanggal lahir, alamat, nama ibu, motif perekrutan—apakah sukarela, dipaksa, atau dipakai ancaman—serta nama petugas yang menangani mereka.

Pemerintah menyebut langkah ini sebagai upaya penyembuhan sosial dari trauma 45 tahun kekuasaan komunis. "Saya meminta semua pihak memperlakukan publikasi dokumen yang sudah lama tertunda ini dengan martabat dan rasa kemanusiaan," ujar Magyar di gedung arsip negara Budapest. Ia mengakui banyak keluarga akan menghadapi informasi sulit, seringkali terkait kerabat yang sudah meninggal.

Tanggal pembukaan arsip dipilih secara simbolis, bertepatan dengan peristiwa 4 November 1956 ketika tank-tank Soviet menggempur Budapest untuk menghancurkan revolusi Hongaria yang berumur pendek.

Meski demikian, kritik bermunculan. Sejumlah pengamat menilai langkah ini terlambat, arsipnya tidak lengkap, dan berisiko memecah belah masyarakat serta menimbulkan penderitaan bagi keluarga. Sejak 1998 sebenarnya masyarakat sudah bisa mengajukan akses ke arsip pribadi, namun banyak nama disensor dan berkas ditahan dinas rahasia pasca-komunis. Selama 36 tahun terakhir, kebocoran data sering terjadi dan digunakan pemerintah bergantian untuk menjatuhkan lawan politik.

Gelombang kedua berupa "B-dossiers" yang memuat detail proses rekrutmen sedang didigitalisasi dan akan dirilis 25 Februari mendatang. Pemerintah memperkirakan 150.000-160.000 orang pernah direkrut sebagai informan antara Desember 1956 hingga runtuhnya rezim komunis.

Dampak bagi masyarakat: Pembukaan arsip ini berpotensi memicu gesekan sosial di tingkat keluarga dan komunitas, karena banyak warga akan mengetahui bahwa kerabat atau tetangga mereka dulu menjadi informan. Di sisi lain, langkah ini membuka jalan bagi rekonsiliasi sejarah yang selama puluhan tahun tertutup. Perbandingan bisa dilihat dari Jerman yang membuka arsip Stasi pasca-reunifikasi, atau Polandia melalui Institut Memori Nasional (IPN)—keduanya sempat menuai kontroversi serupa namun dianggap penting untuk keadilan transisi.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook