MISTERI KHARTOUM: MENGAPA ORANG PULANG KE RERUNTUHAN? - Berita Dunia
← Kembali

MISTERI KHARTOUM: MENGAPA ORANG PULANG KE RERUNTUHAN?

Foto Berita

Khartoum, ibu kota Sudan, kini jadi sorotan dunia. Bayangkan, meski porak-poranda dihantam konflik bersenjata, ribuan warganya justru nekat kembali ke kota itu. Ini fenomena langka, mengingat Sudan sendiri saat ini mencatat rekor sebagai negara dengan jumlah pengungsi internal terbesar di dunia, mencapai sekitar 14 juta jiwa!

Data terbaru UNHCR memang menunjukkan ada penurunan global jumlah orang terlantar untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir. Namun, realitas di lapangan, khususnya di Sudan, justru kontras. Konflik brutal antara militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang meletus April 2023 lalu, telah meluluhlantakkan infrastruktur di berbagai penjuru negeri, tak terkecuali Khartoum.

Lalu, apa yang membuat warga berani pulang ke reruntuhan? Para ahli menyebut ini sebagai 'kasus Khartoum'. Ternyata, ada perpaduan rasa rindu alias nostalgia dengan sinyal stabilitas yang muncul setelah pemerintah mulai kembali beroperasi di ibu kota. Jenderal Mayor Osama Abdel Salam, mantan direktur Pusat Studi Strategis dan Penelitian, berpendapat kembalinya warga secara alami akan meningkatkan keamanan. "Lingkungan yang kembali ramai penduduk bisa mengurangi risiko kejahatan dan menyebarkan suasana damai," jelasnya.

Namun, harapan ini tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Tantangan infrastruktur yang hancur lebur sangatlah monumental. Bahkan, Adnan Abu Hasna dari UNRWA menggambarkan situasi di Jalur Gaza, di mana 90 persen rumah dan fasilitas hancur, membuat kepulangan normal "hampir mustahil". Ini menunjukkan betapa beratnya jalan pemulihan yang harus dilalui Khartoum dan warganya. Tanpa rekonstruksi besar-besaran dan jaminan keamanan nyata, tren kepulangan ini bisa jadi bumerang yang justru memperburuk krisis kemanusiaan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook