Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy resmi mengakhiri kesepakatan gencatan senjata energi yang sebelumnya dideklarasikan secara sepihak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan ini diambil setelah Kyiv menilai bahwa Moskow terus melanggar kesepakatan tersebut dengan tetap menyerang infrastruktur energi Ukraina.
Militer Rusia melaporkan bahwa Ukraina melancarkan serangan besar-besaran terhadap kilang minyak di Ryazan, wilayah yang berjarak sekitar 180 kilometer di selatan Moskow. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa kebakaran terjadi setelah serpihan drone jatuh di area kilang. Serangan ini menandai dimulainya kembali operasi Ukraina untuk melumpuhkan sektor energi Rusia yang menjadi tulang punggung pendanaan perang.
Zelenskyy dalam wawancaranya dengan Financial Times menegaskan bahwa serangan terhadap kilang minyak Rusia akan dilanjutkan. Ia juga menuduh Amerika Serikat melemahkan posisi Ukraina di medan perang dengan menarik berbagi intelijen yang krusial. Menurut Zelenskyy, tekanan Washington agar Kyiv menghentikan serangan ke kilang Rusia justru menguntungkan Moskow, terutama karena AS disebut berencana membeli 1,8 juta ton diesel dari Rusia untuk menekan harga bahan bakar global.
Ketegangan antara Kyiv dan Washington semakin memanas. Trump sebelumnya menyerukan agar Zelenskyy digantikan sebagai pemimpin Ukraina. Elon Musk, pemilik SpaceX yang sistem Starshield-nya digunakan militer Ukraina, juga ikut menyerukan agar Zelenskyy mundur melalui unggahan di platform X. Musk menyatakan bahwa hanya militer AS dan Trump yang berwenang membatasi penggunaan Starshield, dan menegaskan bahwa waktu bagi Zelenskyy untuk pergi telah tiba.
Meski demikian, Zelenskyy menyatakan kesediaannya untuk menghentikan serangan ke situs energi Rusia jika AS memasok sistem pertahanan udara Patriot yang sangat dibutuhkan Ukraina. Ia dijadwalkan bertemu para pemimpin Eropa di Brussels untuk mendesak sanksi yang lebih keras terhadap Moskow dan percepatan pengiriman bantuan. Uni Eropa telah menjanjikan dukungan senilai 50 miliar dolar untuk Ukraina tahun depan, sementara Perdana Menteri Belanda Rob Jetten meminta para pemimpin Eropa untuk meningkatkan upaya agar Ukraina memenangkan perang.