Warga kota kecil Wangaratta, Victoria, Australia, masih syok dan tak percaya dengan insiden yang menimpa anggota parlemen lokal mereka, Helen Haines. Politisi independen itu menjadi korban serangan brutal pada Senin (26/5) sore waktu setempat, ketika sebuah mobil menabraknya tepat di luar kantornya. Akibat kejadian tersebut, Haines harus menjalani amputasi kedua kakinya setelah diterbangkan ke Melbourne untuk perawatan intensif.
Polisi menetapkan warga lokal bernama Brendan Nugent sebagai tersangka. Ia menghadapi tuduhan sengaja menyebabkan cedera dan muncul di pengadilan pada Rabu (28/5). Pihak berwenang tengah mempertimbangkan tuduhan tambahan, termasuk percobaan pembunuhan. Insiden ini mengguncang komunitas yang selama ini dikenal tenang dan ramah wisatawan itu.
Walikota Wangaratta, Irene Grant, menggambarkan Haines sebagai sosok yang hangat dan berkomitmen, terutama dalam memperjuangkan infrastruktur kesehatan dan perumahan di daerah pedesaan yang sering terpinggirkan. Warga setempat, Jane Hill, menyebut Haines sebagai pribadi yang baik dan selalu hadir dalam setiap acara komunitas. Suami Haines, Phil, menyatakan bahwa meski kondisi fisiknya berat, hati dan pikiran istrinya masih dalam kondisi baik.
Insiden ini memicu kekhawatiran lebih luas mengenai keselamatan pejabat publik di Australia, mengingat Haines dikenal sebagai politisi yang tidak kontroversial dan dekat dengan rakyat. Kasus ini juga menyoroti pentingnya kesehatan mental dan keamanan di ruang publik, mengingat lokasi kejadian berada di pusat kota yang ramai.