MILITER AS SERANG KAPAL, PBB ANGKAT BICARA! - Berita Dunia
← Kembali

MILITER AS SERANG KAPAL, PBB ANGKAT BICARA!

Foto Berita

Militer Amerika Serikat dituding melakukan pembunuhan di luar hukum setelah menyerang sebuah kapal di perairan internasional Pasifik timur, menewaskan tiga orang. Insiden mematikan ini memicu kecaman keras, terutama dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebut serangan mematikan itu sebagai 'pembunuhan warga sipil di laut' dan menuntut pertanggungjawaban hukum.

Komando Selatan Militer AS (SOUTHCOM), yang bertanggung jawab atas operasi di Amerika Latin dan Karibia, mengklaim kapal tersebut terlibat dalam penyelundupan narkoba. Namun, klaim ini disampaikan tanpa menyertakan bukti konkret. Serangan pada Jumat lalu ini menambah panjang daftar korban tewas akibat operasi militer AS di perairan internasional. Sejak awal September, setidaknya 148 orang tewas dalam sekitar 43 serangan serupa yang dilancarkan militer AS.

Legitimasi kampanye militer ini dipertanyakan oleh berbagai pihak, termasuk pemimpin negara-negara Amerika Latin, pakar hukum, dan pegiat hak asasi manusia. Mereka menuduh pasukan AS melakukan pembunuhan di luar hukum di perairan internasional, tempat Washington tidak memiliki yurisdiksi. Ben Saul, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia dan Kontraterorisme, bahkan secara gamblang menyatakan bahwa pengumuman serangan ini sama saja dengan 'pengakuan pembunuhan warga sipil di laut' dan menuntut pertanggungjawaban para pemimpin AS melalui jalur hukum domestik maupun internasional.

Kecaman semakin memanas setelah beredar laporan mengenai insiden sebelumnya, di mana serangan susulan diduga menewaskan para penyintas yang berpegangan pada puing-puing kapal. Jika terbukti sengaja menargetkan penyintas, para ahli hukum menegaskan ini merupakan kejahatan perang yang serius. Selain itu, para kritikus juga mempertanyakan fokus militer AS pada penyelundupan narkoba via laut, padahal fentanil – obat yang banyak menyebabkan overdosis fatal di AS – lebih sering diselundupkan melalui jalur darat dari Meksiko. Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas, legitimasi, dan motif sebenarnya di balik operasi militer AS yang semakin agresif di perairan internasional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook