Pemerintah China dengan tegas membantah tuduhan operasi spionase yang menyasar CEO Nvidia, Jensen Huang. Tuduhan ini mencuat setelah laporan The New York Times mengungkap dugaan keterlibatan seorang pengusaha wanita bernama Alice Huang yang diduga mengumpulkan informasi untuk Beijing.
Menurut laporan intelijen AS, Alice Huangâyang tidak memiliki hubungan keluarga dengan Jensenâdiduga memanfaatkan kedekatannya dengan sang CEO untuk kepentingan mata-mata. Wanita yang terafiliasi dengan perusahaan data center Megaspeed ini juga tengah diselidiki terkait dugaan penyelundupan chip AI canggih Nvidia ke China. Meski demikian, pihak Nvidia menegaskan bahwa interaksi keduanya hanyalah urusan bisnis biasa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengecam laporan tersebut sebagai spekulasi tak berdasar yang bertujuan mencoreng nama baik China. Isu ini muncul di tengah ketegangan teknologi AS-China, di mana Washington terus membatasi ekspor chip canggih ke Negeri Tirai Bambun untuk mencegah penguatan militer mereka. Kasus ini menyoroti kerentanan perusahaan teknologi tinggi terhadap intelijen asing dan potensi dampaknya terhadap kebijakan ekspor AS yang semakin ketat.