MACHADO PULANG, SERUKAN PEMILU VENEZUELA - Berita Dunia
← Kembali

MACHADO PULANG, SERUKAN PEMILU VENEZUELA

Foto Berita

Caracas, Venezuela — Peraih Nobel Perdamaian Maria Corina Machado akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah airnya, Venezuela, setelah lebih dari 10 bulan hidup dalam pengasingan. Kedatangannya disambut sorak-sorai pendukung, namun langsung diwarnai sorotan tajam terhadap lanskap politik negeri itu, termasuk kritik terhadap kesepakatan minyak kontroversial dengan Amerika Serikat.

Dalam konferensi pers perdananya di Caracas, Machado menuntut agar pemilihan presiden digelar tahun depan. Ia juga secara mengejutkan memuji pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, aksi AS yang menangkap Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu telah membuka "gerbang kebebasan" bagi Venezuela. Ia bahkan menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah menyusun rangkaian langkah menuju transisi demokrasi, dengan target pemilu presiden pada 2027.

Namun, kembalinya Machado bukan tanpa ganjalan. Ia melayangkan kritik terhadap kesepakatan minyak antara AS dan Venezuela yang baru saja diteken. Kesepakatan itu dinilai terlalu tertutup karena mewajibkan Venezuela menyerahkan 20 persen dari cadangan minyaknya. "Kesepakatan ini tidak mencerminkan tingkat transparansi yang diinginkan masyarakat Venezuela," tegasnya.

Sementara itu, Presiden sementara Delcy Rodriguez—yang mengambil alih kekuasaan setelah Maduro ditangkap—merespons dingin euforia kepulangan Machado. Ia menyindir aksi penyambutan tersebut sebagai "pertunjukan" yang tak perlu. Meski begitu, Rodriguez berjanji pemilu akan digelar "dengan dunia sebagai saksi", meski tanpa menyebut tanggal pasti.

Analisis Dampak: Kepulangan Machado menjadi angin segar bagi gerakan oposisi yang sempat terpecah, namun juga menjadi ujian stabilitas bagi pemerintahan Rodriguez. Di sisi lain, kritik Machado terhadap kesepakatan minyak AS menunjukkan bahwa isu kedaulatan sumber daya alam masih menjadi sentimen sensitif yang bisa memobilisasi massa. Masyarakat Venezuela kini menanti realisasi janji pemilu, sementara dunia mengawasi apakah transisi politik ini akan berjalan damai atau justru memicu gesekan baru.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook