BEIRUT KEMBALI DIGUNCANG, SIAPA TARGET UTAMA ISRAEL? - Berita Dunia
← Kembali

BEIRUT KEMBALI DIGUNCANG, SIAPA TARGET UTAMA ISRAEL?

Foto Berita

Terbaru, sedikitnya tujuh warga sipil tewas dan puluhan lainnya terluka dalam rentetan serangan udara Israel yang menyasar sejumlah wilayah di pinggiran selatan Beirut, Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan, lima korban jiwa dan 21 luka-luka akibat serangan di Jnah pada Rabu, sementara dua orang tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan di Khaldeh pada Selasa malam. Agresi ini juga menghantam distrik Hadath, yang sebagian besar warganya sudah mengungsi akibat serangan berulang.

Militer Israel menegaskan serangan-serangan ini merupakan bagian dari operasi 'pembunuhan terarah' atau targeted assassination, dengan sasaran utama seorang komandan senior Hizbullah. Meski demikian, pihak Hizbullah hingga kini belum memberikan konfirmasi atau penyangkalan terkait klaim tersebut. Seorang jurnalis di lokasi, Zeina Khodr dari Al Jazeera, menyebut sumber keamanan mengindikasikan target serangan adalah kendaraan, bukan bangunan apartemen, di area yang kebetulan dekat dengan sekolah tempat para pengungsi bernaung.

Serangan di Beirut ini menambah panjang daftar eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah yang telah berlangsung sejak 2 Maret lalu. Kala itu, Hizbullah melancarkan serangan ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap sekutunya, Iran. Sebagai respons, Israel membalas dengan gempuran luas di Lebanon dan meluncurkan invasi darat. Hizbullah sendiri pada Rabu mengklaim telah melancarkan serangan lintas batas ke Israel dan terlibat 'bentrokan sengit' dengan pasukan Israel di Shamaa, Lebanon, sekitar 5 km dari perbatasan, serta menembakkan roket ke sejumlah prajurit Israel.

Laporan media Israel pada Selasa malam menyebut lebih dari 40 roket diluncurkan Hizbullah. Konflik ini juga telah merenggut nyawa setidaknya 10 prajurit Israel dalam beberapa hari terakhir di Lebanon selatan. Tragisnya, tiga personel penjaga perdamaian PBB dari UNIFIL turut menjadi korban tewas di Lebanon selatan pekan ini, memicu investigasi mendalam. Secara keseluruhan, lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari sejuta warga Lebanon terpaksa mengungsi. Sementara itu, para menteri garis keras Israel semakin mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencaplok Lebanon selatan, sinyal ancaman serius bagi kedaulatan Lebanon di masa depan dan potensi memperluas zona konflik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook