GEMA PROTES IRAN: SISWA MOGOK, KELUARGA BERDUKA DI SELURUH NEGERI - Berita Dunia
← Kembali

GEMA PROTES IRAN: SISWA MOGOK, KELUARGA BERDUKA DI SELURUH NEGERI

Foto Berita

Suasana duka menyelimuti Iran saat ribuan keluarga menggelar upacara peringatan 40 hari kepergian para korban jiwa dalam gelombang protes besar bulan lalu. Dari Ibu Kota Teheran hingga kota-kota kecil seperti Lahijan di utara dan Abdanan di barat, warga berkumpul untuk mendoakan dan mengenang mereka yang gugur.

Peringatan ini menjadi simbol perlawanan baru. Di sejumlah lokasi, teriakan seperti "Untuk setiap yang tewas, ada ribuan di belakang mereka!" menggema. Bahkan, di desa Chenar, Provinsi Hamadan, warga berani meneriakkan "Matilah diktator!" saat berpawai mengenang seorang ayah dan putranya yang berusia 13 tahun, yang ditembak mati aparat.

Bukan hanya upacara duka, aksi mogok sekolah juga terjadi secara meluas. Dewan Koordinasi Asosiasi Perdagangan Guru Iran melaporkan, seruan mogok yang mereka sampaikan didukung penuh oleh para guru dan siswa. Akibatnya, banyak sekolah di sekitar Teheran, seperti Shahr-e Rey, Baharestan, dan Eslamshahr, lumpuh total karena siswa tidak masuk kelas. Bahkan, siswa SMA di Andisheh juga kompak tidak datang ke sekolah, sebagai bentuk penghormatan bagi teman-teman mereka yang tewas.

Aksi mogok ini berlangsung meskipun ada ancaman dari kepala sekolah yang ditekan oleh Kementerian Pendidikan. Data mencengangkan menunjukkan, setidaknya 230 anak-anak dan remaja tewas dalam protes bulan lalu. Ini menunjukkan betapa brutalnya penanganan protes oleh pemerintah, yang juga sempat memblokir akses internet dan telepon secara nasional untuk meredam informasi.

Situasi ini menggambarkan bahwa tekanan dan represi pemerintah tidak serta-merta memadamkan semangat perlawanan rakyat. Justru, kematian para demonstran, terutama anak-anak, semakin memicu gelombang solidaritas dan keberanian baru dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pendidik dan pelajar. Ini adalah sinyal kuat bahwa gejolak sosial di Iran masih jauh dari kata usai, bahkan berpotensi membesar seiring berjalannya waktu dan pengorbanan yang terus berjatuhan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook