Mantan Presiden AS Barack Obama kembali menyerang pemerintahan Donald Trump jelang pemilu sela 3 November. Dalam kampanye di Ohio dan Michigan, Obama menyoroti keputusan Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang justru memicu perang dengan Iran.
Obama menegaskan bahwa perang tersebut tidak diminta siapa pun dan berdampak langsung pada lonjakan harga minyak serta solar dunia. Ia menyebut serangan terhadap pangkalan militer AS, korban jiwa, dan gangguan pengiriman di Selat Hormuz sebagai konsekuensi dari kebijakan luar negeri yang dinilainya gagal.
Selain isu perang, Obama juga mengkritik kebijakan tarif Trump yang membebani konsumen, serta menyoroti gaya kepemimpinan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang dianggap tidak serius. Analisis singkat: Pernyataan Obama ini berpotensi menggiring opini publik menjelang pemilu sela, terutama karena isu ekonomi dan harga barang menjadi perhatian utama masyarakat AS. Jika Partai Republik kalah, arah kebijakan luar negeri dan dagang AS bisa berubah signifikan.