Jakarta, Media Online - Aksi bersih-bersih stadion usai pertandingan Piala Dunia yang dilakukan suporter Jepang, yang selama ini dipuji dunia, justru menuai kritik tajam di dalam negeri. Foto-foto para pria Jepang memunguti sampah di tribun dengan kantong plastik justru memicu perdebatan sengit tentang kesenjangan pekerjaan rumah tangga.
Sebuah poster viral di media sosial X (sebelumnya Twitter) memperlihatkan kontras: seorang pria memungut sampah di stadion, sementara di gambar lain pria yang sama bersantai di sofa sambil bermain ponsel, dengan istri yang sedang mencuci piring. 'Pria di Jepang harus lebih banyak membantu di rumah,' demikian bunyi teks poster yang telah disukai 60.000 kali itu.
Data Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) tahun 2021 mengungkap fakta mengejutkan. Pria Jepang hanya menghabiskan 47 menit per hari untuk pekerjaan rumah tangga, paling rendah di antara negara maju. Sebaliknya, perempuan Jepang bekerja tanpa bayaran lebih dari tiga jam sehari. Pada keluarga dengan anak balita, kesenjangannya lebih parah: perempuan bekerja 7 jam sehari, sementara pria kurang dari 2 jam.
Seorang warganet berkomentar, 'Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tapi tak ada yang mau membantu ibu mencuci piring,' mengutip sastrawan Amerika PJ O'Rourke. Warganet lain menambahkan, 'Mungkin di antara mereka yang memungut sampah, ada yang meninggalkan istri di rumah mengurus anak demi menonton Piala Dunia.'
Kritik ini menjadi ironi. Budaya bersih-bersih tempat umum di Jepang memang sangat kuat, namun budaya berbagi tugas domestik masih tertinggal. Beberapa pihak juga menyoroti kemunafikan: Jepang memunguti sampah di luar negeri, sementara di dalam negeri banyak sampah berserakan usai acara besar.
Namun, tak sedikit yang membela aksi para suporter ini. 'Lebih baik begini daripada berita 'Orang Jepang buang sampah di luar negeri',' tulis seorang pengguna X. Aksi bersih-bersih ini pun menginspirasi suporter Portugal yang terlihat melakukan hal serupa di pertandingan lain.