Jakarta – Timnas Argentina memicu kontroversi setelah mengibarkan spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas' (Kepulauan Malvinas milik Argentina) usai mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia. Aksi ini langsung memanaskan kembali sengketa kedaulatan atas Kepulauan Falkland yang sudah berlangsung puluhan tahun antara Argentina dan Inggris.
Spanduk itu dikibarkan para pemain Argentina di tengah euforia kemenangan, persis di depan pendukung Inggris yang hadir di stadion. Langkah ini jelas melanggar aturan FIFA yang melarang pesan politik di dalam lapangan. Namun, hingga saat ini FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait sanksi.
Bagi masyarakat Indonesia, insiden ini mengingatkan pada sensitivitas isu kedaulatan di kancah global. Di media sosial, perdebatan langsung meluas: ada yang membela Argentina sebagai bentuk ekspresi nasionalisme, ada pula yang mengecamnya karena mencampuradukkan olahraga dengan politik. Yang jelas, aksi ini menambah tensi diplomatik antara London dan Buenos Aires, sekaligus menguji konsistensi FIFA dalam menegakkan aturan larangan politik.