KALIFORNIA JADI MEDAN UJI POLITIK PANAS AS - Berita Dunia
← Kembali

KALIFORNIA JADI MEDAN UJI POLITIK PANAS AS

Foto Berita

Pemilihan di California pada Selasa lalu tidak hanya sekadar rutinitas politik, tetapi menjadi ajang pembuktian strategi besar Partai Demokrat. Meski suara masih terus dihitung, sejumlah kandidat Demokrat sudah unggul telak di kursi DPR yang mereka incar.

Gubernur Gavin Newsom sebelumnya mendorong kebijakan redistricting partisan yang disetujui pemilih tahun lalu. Tujuannya jelas: menambah lima kursi Demokrat di DPR AS. Hasil awal menunjukkan strategi ini berjalan mulus.

Di District 22 yang kaya akan lahan pertanian, Randy Villegas dari kubu progresif memimpin sekitar 30 poin persen atas petahana dari Partai Republik, David Valadao. Sementara itu, Marni von Wilpert unggul 20 poin di District 48 dekat San Diego. Aisha Wahab, kandidat progresif keturunan Afghanistan, juga diprediksi menang penuh melawan sesama Demokrat, Melissa Hernandez, setelah sebelumnya memenangkan pemilu khusus bulan September.

Di area Teluk San Francisco, Scott Wiener dari kubu moderat memimpin 10 poin atas rival progresifnya, Connie Chan, untuk kursi yang ditinggalkan Nancy Pelosi. Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa pemilih California masih percaya pada agenda Demokrat.

Meski Partai Republik gencar menyerang California sebagai simbol kekacauan liberal, upaya mereka tampaknya gagal. Kandidat gubernur dari Republik, Steve Hilton, yang mencoba menarik simpati lewat program bensin murah, justru kalah telak. Pemilih rupanya lebih memilih stabilitas dan kebijakan progresif dibanding janji-janji populis yang dianggap tidak menyentuh akar masalah.

Analisis singkat: Kemenangan telak ini bukan hanya soal kursi, tetapi bukti bahwa mesin politik Demokrat di California masih sangat solid. Bagi masyarakat luas, hasil ini menjadi sinyal bahwa isu redistricting dan kebijakan ekonomi berbasis pajak orang kaya masih menjadi magnet elektoral yang kuat, setidaknya di negara bagian yang paling padat penduduknya di AS itu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook