LONDON - Partai Hijau Inggris secara resmi mengesahkan resolusi kontroversial yang menyebut Zionisme sebagai bentuk rasisme. Keputusan ini diambil dalam konferensi tahunan partai tersebut, menandai pergeseran sikap politik yang signifikan di kancah perpolitikan Inggris.
Resolusi tersebut tidak hanya mengecam Zionisme, tetapi juga menyatakan dukungan terbuka untuk pembentukan 'satu negara demokratis di seluruh Palestina bersejarah'. Langkah ini memicu kemarahan dari pemerintah Israel yang dengan cepat mengecam keputusan tersebut sebagai tindakan antisemitik.
Analisis dari pengamat politik menunjukkan bahwa kebijakan baru ini merupakan upaya Partai Hijau untuk menarik simpati pemilih muda dan komunitas Muslim yang semakin vokal menentang kebijakan Israel. Namun, langkah ini juga berisiko memecah belah koalisi internal partai dan mengisolasi mereka dari arus utama politik Inggris yang cenderung sentris.
Dampaknya bagi masyarakat Inggris diperkirakan akan memanaskan kembali debat seputar kebebasan berbicara versus ujaran kebencian. Sementara itu, di kancah internasional, keputusan ini bisa menjadi preseden bagi partai-partai hijau di negara lain untuk mengambil sikap serupa, berpotensi mengubah lanskap solidaritas global terhadap konflik Israel-Palestina.