Karachi, Pakistan – Gelombang baru infeksi HIV mengguncang Pakistan. Sebanyak 130 orang, mayoritas anak-anak, dinyatakan positif HIV setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pemerintah Kulsum Bai Valika (KBV) di Karachi. Angka ini naik drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Menteri Tenaga Kerja Sindh, Saeed Ghani, mengungkapkan bahwa lebih dari 10.500 orang telah menjalani skrining di area rumah sakit tersebut. Dari jumlah itu, 120 orang terkonfirmasi positif. Tambahan 10 kasus baru ditemukan di fasilitas kesehatan lainnya di kawasan Landhi, Karachi.
Penyelidikan internal mengungkapkan pelanggaran fatal. Tim investigasi menemukan prosedur pencegahan infeksi yang buruk, penggunaan alat pelindung diri yang tidak memadai, dan penanganan jarum suntik sekali pakai yang tidak benar. Dua laporan penyelidikan telah diserahkan, dan 37 dokter serta staf rumah sakit telah diberikan surat peringatan.
Krisis ini pertama kali tercium pada November 2025, saat warga melihat banyak anak yang dirawat di KBV Hospital mengalami gejala infeksi. Namun, pejabat setempat menelusuri wabah ini hingga Oktober 2025, saat enam kasus pertama dilaporkan.
Analisis Dampak: Wabah ini menyoroti kegagalan sistemik dalam layanan kesehatan di Pakistan, khususnya di provinsi Sindh. Kejadian ini bukan yang pertama—sebelumnya, pada 2019, lebih dari 1.000 orang di kota kecil Ratodero terinfeksi HIV karena praktik medis yang tidak steril. Dampak psikologis bagi keluarga korban sangat besar, mengingat stigma HIV/AIDS yang masih kuat di masyarakat Pakistan. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi negara-negara berkembang lainnya untuk memperketat pengawasan terhadap prosedur medis di rumah sakit pemerintah.