Kabar penting datang dari Bangladesh! Tarique Rahman, pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), resmi dilantik sebagai Perdana Menteri. Ini adalah babak baru bagi negara tersebut, khususnya setelah gejolak politik dan protes mematikan yang mengguncang pada tahun 2024, yang berujung pada lengsernya pemerintahan sebelumnya pimpinan Sheikh Hasina.
Pelantikan Rahman berlangsung pada Selasa lalu, menyusul kemenangan telak aliansi partainya dalam pemilihan parlemen pekan sebelumnya. BNP berhasil meraup 212 kursi di Jatiya Sangsad, parlemen Bangladesh, jauh meninggalkan pesaing utamanya, aliansi Jamaat-e-Islami yang hanya mendapat 77 kursi.
Di ruangan sumpah gedung parlemen, Rahman mengambil sumpah jabatan di hadapan Kepala Komisioner Pemilihan AMM Nasir Uddin. Tidak hanya Rahman, para anggota parlemen terpilih lainnya juga mengucapkan sumpah setia kepada negara. Momen penting ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat asing, termasuk Menteri Luar Negeri Pakistan dan Ketua Parlemen India.
Bersamaan dengan pelantikan PM, kabinet baru Bangladesh juga telah dibentuk. Sebanyak 25 menteri penuh dan beberapa menteri negara (junior) telah mengucapkan sumpah jabatan dalam upacara terpisah di Dhaka. Mayoritas posisi menteri diisi oleh anggota BNP dan sekutu dekatnya.
Beberapa nama penting dalam kabinet baru ini antara lain Alamgir, Sekretaris Jenderal BNP sejak 2016, yang pernah menjabat di pemerintahan ibu Tarique Rahman, Khaleda Zia. Alamgir juga sempat ditahan pada Oktober 2023 saat pemerintahan Hasina berkuasa, terkait demonstrasi anti-pemerintah. Ada pula Chowdhury, mantan Menteri Perdagangan di era BNP sebelumnya. Penunjukan menteri muda seperti Nurul Haque dan Zonayed Saki, yang merupakan anggota parlemen baru dan tokoh vokal dalam protes 2024, menunjukkan upaya untuk merangkul berbagai elemen masyarakat.
Meskipun nama-nama menteri sudah diumumkan, pembagian tugas kementerian mereka masih menunggu konfirmasi. Pemerintahan baru ini dihadapkan pada ekspektasi besar untuk membawa stabilitas politik, memulihkan ekonomi, dan menjawab tuntutan publik pasca-krisis 2024. Kemenangan ini diharapkan bisa mengakhiri ketegangan yang sudah berlangsung lama dan membuka lembaran baru bagi Bangladesh.