Sao Paulo - Peta politik Brasil berubah panas. Pemilihan presiden yang berlangsung ketat dipastikan harus dilanjutkan ke putaran kedua setelah tidak ada kandidat yang mampu meraup lebih dari 50 persen suara pada putaran pertama.
Melansir laporan Al Jazeera, hasil hitung cepat menunjukkan bahwa petahana Luiz Inacio Lula da Silva dan Senator sayap kanan Flavio Bolsonaro sama-sama gagal mencapai ambang batas kemenangan mutlak. Kondisi ini memaksa kedua kubu untuk kembali bertarung dalam duel sengit di putaran final nanti.
Analisis Dampak: Hasil ini menjadi kejutan tersendiri karena performa Bolsonaro dinilai jauh melampaui ekspektasi banyak lembaga survei yang sebelumnya memprediksi kekalahan telak. Bagi masyarakat Brasil, situasi ini berarti polarisasi politik yang sudah memanas akan berlanjut setidaknya hingga beberapa pekan ke depan. Pasar keuangan Brasil juga diprediksi akan bergolak menantikan hasil akhir pertarungan antara kubu kiri dan kanan tersebut.