Nama Andy Burnham, mantan Wali Kota Greater Manchester, kembali menjadi sorotan publik usai ia mengomentari hukuman yang dijatuhkan kepada Manchester City. Burnham sebelumnya menyatakan kekhawatirannya jika pemilik City menjual klub tersebut, pernyataan yang kemudian menuai kritik karena dianggap membela manajemen klub di tengah skandal pelanggaran keuangan.
Pihak Greater Manchester Combined Authority (GMCA) akhirnya buka suara. Mereka mengonfirmasi bahwa Burnham pernah bertemu dengan Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, dalam sebuah acara investment summit pada tahun 2021. Selain itu, Burnham juga beberapa kali hadir di pertandingan kandang City sebagai tamu kehormatan, termasuk saat laga testimonial Vincent Kompany pada 2019 silam.
GMCA menegaskan bahwa pertemuan dan kehadiran tersebut telah dilaporkan sesuai prosedur yang berlaku. Mereka juga menjelaskan bahwa perwakilan klub olahraga di Greater Manchester memang kerap ikut serta dalam delegasi bisnis saat kunjungan internasional wali kota, seperti yang dilakukan Manchester United ke Austin dan Dublin, maupun Lancashire Cricket Club ke India.
Namun, klarifikasi ini dinilai belum cukup oleh pihak oposisi. Juru bicara olahraga dari Partai Konservatif, Louie French, menuntut transparansi penuh. Ia menilai pernyataan GMCA minim informasi mengenai apa yang sebenarnya dibahas dalam pertemuan tersebut dan menegaskan bahwa Burnham tidak bisa bersembunyi di balik lembaga tersebut.
Kasus ini bermula dari putusan yang menyatakan Manchester City bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran aturan keuangan Premier League. Klub yang kini memimpin klasemen tersebut dituding melakukan manipulasi kontrak dan pendapatan selama sembilan musim (2009-2018). City telah mengajukan banding, namun jika kalah, mereka terancam sanksi berat berupa pengurangan poin drastis hingga degradasi dari Premier League.