Perebutan kekuasaan di industri media Hollywood makin panas. Paramount, raksasa media milik keluarga Ellison, kini memperpanjang tenggat waktu penawaran akuisisinya untuk Warner Bros Discovery (WBD) hingga 20 Februari. Ini adalah langkah Paramount untuk meyakinkan investor bahwa tawarannya jauh lebih unggul ketimbang tawaran dari Netflix.
Paramount, yang dipimpin oleh David Ellison, telah mengajukan penawaran akuisisi agresif senilai US$77,9 miliar secara tunai untuk saham Warner Bros Discovery. Jika ditambah utang perusahaan, nilai keseluruhan akuisisi ini bisa mencapai lebih dari US$108 miliar. Perpanjangan tenggat waktu ini adalah yang kedua kalinya sejak Paramount menantang perjanjian merger WBD dengan Netflix bulan lalu.
Sebelumnya, dewan direksi WBD telah menolak tawaran Paramount yang direvisi, meskipun tawaran tersebut mencakup jaminan ekuitas sebesar US$40 miliar dari Larry Ellison, pendiri Oracle sekaligus ayah dari CEO Paramount, David Ellison. Larry Ellison sendiri dikenal sebagai sekutu dekat mantan Presiden AS Donald Trump.
Menurut Paramount, hingga Rabu malam, lebih dari 168,5 juta saham WBD telah 'ditender' atau diserahkan oleh pemegang saham sebagai bentuk dukungan terhadap tawaran mereka. Namun, angka ini masih jauh di bawah ambang batas 50% yang dibutuhkan untuk menguasai perusahaan, mengingat WBD memiliki sekitar 2,48 miliar saham biasa Seri A yang beredar.
Di sisi lain, WBD menegaskan kembali posisinya. Melalui pernyataan email pada Kamis, mereka menyebut bahwa Paramount terus mengajukan tawaran yang 'berulang kali dan secara bulat ditolak' oleh dewan direksi mereka. WBD lebih memilih perjanjian merger dengan Netflix yang dianggap 'lebih superior'. Terbukti, lebih dari 93% pemegang saham hingga kini menolak 'skema inferior' dari Paramount.
Pada Desember lalu, Netflix telah menyetujui untuk membeli bisnis studio dan streaming WBD senilai US$72 miliar. Menariknya, pekan ini Netflix mengubah tawarannya dari kombinasi kas dan saham menjadi tawaran 'semua tunai' (all-cash deal). Langkah ini disebut akan mempermudah dan mempercepat proses persetujuan pemegang saham, yang diharapkan rampung pada April. Dengan memperhitungkan utang, nilai keseluruhan kesepakatan Netflix sekitar US$83 miliar, atau US$27,75 per saham.
Paramount sendiri tetap ngotot, menuduh kepemimpinan WBD kurang transparan dengan para pemegang saham. Mereka memperingatkan bahwa dewan direksi WBD 'terburu-buru' mencari persetujuan pemegang saham untuk merger Netflix. Paramount juga menyoroti potensi utang dari rencana spin-off bisnis jaringan WBD yang bisa mengurangi pembayaran kepada pemegang saham di kemudian hari.
Perang memperebutkan WBD ini memang rumit karena Netflix dan Paramount mengincar aset yang berbeda. Netflix hanya fokus pada bisnis studio dan layanan streaming WBD, termasuk HBO Max serta divisi produksi TV dan filmnya. Sementara itu, tawaran Paramount mencakup seluruh perusahaan, termasuk operasi berita dan kabel WBD, yang berarti CNN berpotensi berada di bawah satu atap dengan CBS jika Paramount berhasil.
Kesepakatan yang berhasil, entah oleh siapa pun, akan mengubah lanskap Hollywood secara signifikan. Kontrol atas waralaba besar seperti Friends hingga Batman, beserta layanan streaming HBO Max, akan jatuh ke tangan satu pembeli raksasa.