Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdul Aziz bin Salman, bersumpah akan memberikan balasan yang setimpal atas serangan mematikan yang menyasar bandara serta fasilitas minyak dan gas di kerajaan tersebut. Serangan ini dilancarkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran dari Yaman, dan telah menewaskan sejumlah orang termasuk seorang warga Pakistan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Dalam pernyataannya di Kongres Energi WPC di Riyadh, Pangeran Abdul Aziz menegaskan bahwa peristiwa dalam beberapa pekan terakhir sangat serius, sehingga respons yang diberikan harus sama seriusnya. Serangan Houthi ini disebut sebagai bentuk balasan atas apa yang mereka klaim sebagai agresi brutal Arab Saudi terhadap wilayah yang mereka kuasai di Yaman barat.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran global karena berdampak langsung pada stabilitas harga minyak dunia. Sebelumnya, Houthi sempat mengumumkan embargo maritim dan melancarkan serangan rudal serta drone ke fasilitas minyak dan kapal tanker di Laut Merah. Aksi mereka di Selat Bab al-Mandab pun turut menyumbang lonjakan harga minyak global, terutama karena Arab Saudi mengandalkan rute Laut Merah untuk ekspor setelah Selat Hormuz tertutup akibat konflik AS dan Israel dengan Iran.
Pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi kini melancarkan ofensif baru untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, dengan bantuan serangan udara intensif. Situasi ini menempatkan masyarakat sipil di kedua negara dalam posisi rentan, dengan risiko eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.