Sebuah serangan drone Rusia kembali menghantam jantung kota Dnipro, Ukraina, menyasar langsung sebuah gedung permukiman padat penduduk. Akibatnya, tujuh warga sipil dilaporkan terluka dan bangunan apartemen mengalami kerusakan parah, menambah daftar panjang kengerian yang harus dihadapi masyarakat di tengah konflik.
Menurut keterangan pejabat setempat, ledakan dahsyat dari serangan itu tidak hanya memecahkan jendela-jendela di sekitarnya, tetapi juga memicu kebakaran hebat di dalam blok apartemen. Kondisi ini membuat situasi semakin runyam, memaksa warga berjuang menyelamatkan diri dan harta bendanya. Serangan terhadap infrastruktur sipil seperti ini bukanlah hal baru dalam invasi Rusia ke Ukraina. Insiden di Dnipro ini sekali lagi menyoroti dampak mengerikan konflik terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, memperparah krisis kemanusiaan, serta merusak fasilitas non-militer yang krusial. Penggunaan drone dalam serangan serupa juga kian marak, menciptakan ancaman konstan bagi penduduk yang tinggal di kota-kota garis depan.