Jakarta – Catatan sejarah mencatat, Israel sudah enam kali menginvasi Lebanon dalam kurun waktu 48 tahun terakhir. Langkah militer terbaru yang terjadi baru-baru ini menjadi babak baru dalam konflik panjang di kawasan Timur Tengah.
Jurnalis Al Jazeera, Hala Al Shami, menguraikan bahwa invasi pertama terjadi pada tahun 1978, disusul operasi besar-besaran pada 1982 yang berujung pada pendudukan panjang di Lebanon selatan. Setelah mundur pada tahun 2000, Israel kembali melancarkan serangan pada 2006 yang berlangsung selama 34 hari. Kini, eskalasi terbaru kembali memicu ketegangan di perbatasan.
Analisis Dampak: Eskalasi ini bukan sekadar konflik perbatasan. Masyarakat sipil di Lebanon selatan kembali menjadi korban, ribuan warga terpaksa mengungsi. Dari sisi geopolitik, serangan ini memicu kekhawatiran meluasnya perang regional, apalagi dengan keterlibatan kelompok Hizbullah yang memiliki basis kuat di Lebanon. Stabilitas ekonomi Lebanon yang sudah terpuruk pun semakin terancam akibat gelombang pengungsi dan kerusakan infrastruktur.