PEMILIK TOKO DI INGGRIS TERJEPIT BIAYA OPERASIONAL - Berita Dunia
← Kembali

PEMILIK TOKO DI INGGRIS TERJEPIT BIAYA OPERASIONAL

Foto Berita

Mengambil alih bisnis keluarga memang membanggakan, tapi bebannya tidak main-main. Kisah Surpreet Suri, pemilik studio foto di Birmingham, Inggris, jadi gambaran nyata betapa beratnya perjuangan pemilik usaha kecil saat ini. Dari empat cabang yang dirintis ayahnya 40 tahun lalu, kini hanya tersisa satu toko di Kings Heath High Street. Itu pun ia pertimbangkan untuk pindah karena biaya operasional di lokasi strategis sudah terlalu mencekik.

Suri mengaku omzet memang ada, pelanggan setia pun banyak. Tapi pengeluaran membengkak di mana-mana: sewa, pajak properti (business rates), PPN, gaji karyawan, dana pensiun, harga energi, hingga bahan baku khusus. Satu tinta printer profesional saja bisa menelan biaya 2.000 poundsterling atau sekitar Rp42 juta. Ironisnya, Suri mengaku menggaji dirinya sendiri di bawah upah minimum Inggris yang sebesar 12,21 poundsterling per jam. "Kalau saya bilang hidup dari bulan ke bulan, itu benar-benar harfiah," ujarnya.

Tekanan makin lengkap dengan gempuran toko online yang kini menguasai 28 persen penjualan ritel di Inggris. Pelanggan datang ingin kualitas cetak profesional, tapi berharap harganya setara dengan layanan online yang serba murah. Suri paham betul kondisi itu, karena krisis biaya hidup juga menghantam dompet pelanggannya.

Pemerintah Inggris dijadwalkan mengumumkan anggaran pada Rabu, dan dunia usaha kecil berharap ada keringanan pajak properti. Namun bagi Suri dan banyak pemilik usaha independen lain, keringanan itu dinilai tidak akan cukup menambal semua bocor yang ada. Mereka butuh solusi menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook