Seorang menteri kabinet Israel membuat geger dengan aksinya yang terekam kamera: berdiri di depan tiang gantungan dan terang-terangan mengancam akan mengeksekusi tahanan Palestina. Video provokatif ini memicu gelombang kecaman, bahkan saat kampanye perluasan hukuman mati di negara itu semakin gencar.
Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel, baru-baru ini mengunggah sebuah video yang direkam di depan tiang gantungan di sebuah museum di Yerusalem. Dalam rekaman tersebut, Ben-Gvir dengan gamblang menyatakan bahwa ia sangat 'ingin' menerapkan hukuman mati bagi 'teroris', sebuah istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada tahanan Palestina. Aksi ini sekaligus memperlihatkan dorongan kuat Ben-Gvir untuk memperluas landasan hukum penerapan hukuman mati di Israel, khususnya bagi mereka yang terlibat dalam aksi terorisme.
Padahal, praktik hukuman mati di Israel sendiri sangatlah langka, dengan eksekusi terakhir tercatat pada tahun 1962. Dorongan dari menteri sayap kanan ini menandakan potensi pergeseran kebijakan yang sangat signifikan dan berpotensi memperparah konflik di kawasan. Kelompok hak asasi manusia, baik lokal maupun internasional, langsung mengecam keras kampanye Ben-Gvir ini. Mereka menilai kebijakan tersebut diskriminatif dan melanggar prinsip keadilan internasional, terutama jika diterapkan secara selektif terhadap kelompok tertentu. Sikap ini berpotensi meningkatkan ketegangan dan memicu respons internasional lebih lanjut terhadap kebijakan Israel, serta memicu kekhawatiran tentang standar hak asasi manusia di wilayah tersebut.