Kekhawatiran besar tengah menghantui Partai Republik di Amerika Serikat. Barbara Leaf, mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, mengungkapkan bahwa gelombang penolakan publik terhadap perang dengan Iran berpotensi menggoyang dominasi partai berkuasa di Kongres.
Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, Leaf menekankan bahwa faktor utama di balik kemarahan pemilih bukan sekadar isu militer, melainkan dampak ekonomi yang memburuk akibat konflik tersebut. Beban biaya perang yang membengkak dan ketidakstabilan harga global memicu sentimen negatif yang signifikan di kalangan masyarakat.
Analisis singkat: Situasi ini menjadi sinyal bahaya bagi elektabilitas petahana. Ketika isu luar negeri mulai merembes ke dapur rumah tangga rakyat melalui inflasi dan kelangkaan barang, dukungan politik biasanya akan tergerus. Jika pemerintahan tidak segera meredakan ketegangan atau memberikan solusi ekonomi yang konkret, Partai Republik berisiko kehilangan kepercayaan voter pada pemilu mendatang.