GAZA: TRUMP JANJIKAN DANA, WARGA MASIH HIDUP DI TENDA - Berita Dunia
← Kembali

GAZA: TRUMP JANJIKAN DANA, WARGA MASIH HIDUP DI TENDA

Foto Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mengumumkan pembentukan 'Board of Peace' (BoP) dan menjanjikan gelontoran dana fantastis, total mencapai $17 miliar, untuk rekonstruksi Jalur Gaza yang porak-poranda. Sebanyak $7 miliar dari sembilan negara anggota, ditambah $10 miliar dari AS, serta janji pengerahan pasukan stabilisasi dari lima negara, terdengar seperti angin segar. Namun, di tengah puing dan tenda pengungsian di Gaza, warga Palestina justru merespons dengan keraguan.

Bagi Amal Joudeh, ibu delapan anak dari Beit Lahiya yang kini tinggal di tenda Deir el-Balah, janji manis ini terasa hambar. 'Saya dengar uang dikumpulkan untuk Gaza, tapi kami tidak melihat apa-apa,' ujarnya. Rumahnya hancur, suami dan anak-anaknya terluka, dan yang ia butuhkan adalah solusi nyata, bukan sekadar kata-kata. Sejak gencatan senjata yang dimediasi Trump berlaku Oktober tahun lalu, sedikit sekali yang berubah. Layanan vital seperti kesehatan, pendidikan, dan sanitasi nyaris lumpuh. Mirisnya, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 600 warga Palestina justru tewas akibat tembakan Israel setelah gencatan senjata.

Skeptisisme ini bukan tanpa alasan. Warga Gaza sudah terbiasa dengan janji-janji bantuan internasional yang berakhir tanpa hasil konkret. Apalagi, dana $17 miliar yang dijanjikan itu masih jauh dari angka $70 miliar yang diperkirakan PBB sebagai kebutuhan minimal untuk membangun kembali wilayah yang hancur akibat perang genosida selama lebih dari dua tahun. Awad al-Ghoul, pengungsi 70 tahun dari Rafah, menuding Israel terus melanggar gencatan senjata dan memperluas zona penyangga tanpa ada yang menghentikan. 'Jika dewan perdamaian sebesar ini tidak bisa menghentikan serangan Israel di tempat kecil seperti Gaza, bagaimana mungkin bisa menyelesaikan konflik di seluruh dunia?' sindirnya, merujuk pada ambisi Trump agar BoP juga campur tangan dalam sengketa internasional lain.

Kondisi di lapangan menunjukkan, janji diplomatik tingkat tinggi seringkali berjarak jauh dari realita penderitaan warga. Tanpa mekanisme yang transparan, komitmen nyata untuk menghentikan kekerasan, dan dana yang memadai sesuai kebutuhan, inisiatif perdamaian ini berpotensi besar hanya menjadi catatan kaki lain dalam sejarah panjang harapan yang tak terpenuhi bagi masyarakat Gaza.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook