Ketegangan politik di Israel memanas pasca-pemilu. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekutunya dari sayap kanan, Bezalel Smotrich, melontarkan pernyataan kontroversial yang menyerang pemilih Arab. Mereka menuduh tingginya partisipasi warga Arab sebagai upaya curang untuk 'mencuri' kemenangan, klaim yang dibantah pihak kepolisian setempat.
Smotrich bahkan membuat gebrakan dengan berjanji akan membangun pemukiman Yahudi baru di Gaza, sebuah wilayah yang sudah dibersihkan dari pemukiman sejak 2005 silam. Sementara itu, hasil hitung cepat menunjukkan tidak ada kubu yang mendominasi. Blok kanan diproyeksikan meraih 56 kursi, kurang dari 61 kursi yang dibutuhkan untuk mayoritas di parlemen.
Kondisi ini menempatkan partai-partai yang dipimpin warga Arab (seperti Ra'am) di posisi tawar yang sangat tinggi. Mereka bisa menjadi penentu siapa yang akan membentuk pemerintahan berikutnya. Para pemimpin Arab mengecam keras retorika Netanyahu sebagai rasisme dan provokasi yang berbahaya bagi stabilitas sosial.