Kekerasan di Jalur Gaza kembali menelan korban jiwa. Sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan drone militer Israel yang menghantam sejumlah wilayah pada Minggu (waktu setempat).
Insiden paling mematikan terjadi di al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, Gaza selatan. Serangan drone Israel menargetkan sejumlah petugas kepolisian yang tengah menjalankan tugas, menewaskan lima orang dan melukai beberapa lainnya. Kementerian Dalam Negeri Gaza menegaskan bahwa para korban diserang saat sedang bekerja. Sementara itu, militer Israel berdalih kepada kantor berita AFP bahwa mereka menargetkan seorang 'teroris'.
Di Gaza utara, tepatnya di lingkungan Rimal, Gaza City, serangan drone juga merenggut nyawa setidaknya tiga warga sipil, termasuk seorang anak laki-laki berusia empat tahun. Sumber dari Rumah Sakit al-Shifa mengonfirmasi korban jiwa tersebut. Pusat perbelanjaan Taj Mall juga menjadi sasaran dalam gelombang serangan ini. Satu korban lainnya meninggal akibat luka yang diderita dari serangan sebelumnya.
Kelompok Hamas mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai 'kejahatan perang yang disengaja'. Dalam pernyataannya, Hamas menyoroti 'pembantaian mengerikan' terhadap petugas polisi serta 'pemboman Gaza City' yang menimbulkan korban sipil. Mereka menuduh Israel sengaja menargetkan polisi untuk menggagalkan upaya pemulihan dan menciptakan kekacauan di Gaza.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober lalu, militer Israel terus melancarkan serangan. Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 1.500 orang tewas sejak gencatan senjata dimulai, dan total korban tewas sejak Oktober 2023 telah mencapai 74.594 jiwa.