London, BBC Verify — Sebuah kapal tanker milik 'armada bayangan' Rusia kembali nekat melintasi Selat Inggris untuk pertama kalinya sejak aksi penyergapan dramatis pasukan Inggris beberapa waktu lalu. Data pelacakan kapal yang diverifikasi BBC menunjukkan kapal bernama Forwarder, yang berbendera Rusia, memasuki Selat Inggris pada Rabu malam dan melanjutkan perjalanan ke selatan.
Forwarder yang membawa muatan minyak dari kota pelabuhan Primorsk, Rusia, kini dilaporkan menuju pelabuhan Dongying di China. Kapal ini sudah masuk dalam daftar hitam sanksi Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa sejak 2025 karena dituduh menyelundupkan minyak Rusia. Sejak terkena sanksi, kapal ini sudah dua kali berganti nama untuk menghindari kecurigaan.
Yang membuat situasi semakin panas, data pelacakan juga mendeteksi keberadaan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Tyne, yang beroperasi di dekat lokasi tanker tersebut. Sebelumnya, kapal perang Rusia Admiral Grigorovich disebut-sebut bertugas mengawal kapal-kapal tanker yang terkena sanksi, meski belum jelas apakah kapal tersebut sedang mengawal Forwarder.
Analisis Dampak: Kembalinya kapal 'armada bayangan' ini ke perairan Eropa menandakan peningkatan ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat. Langkah ini dianggap sebagai 'uji nyali' Rusia setelah Inggris sebelumnya menyita kapal serupa. Para analis maritim menilai risiko eskalasi militer di Selat Inggris semakin nyata, apalagi setelah insiden kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pesiar Inggris beberapa hari lalu.
Dari sisi ekonomi, aksi ini menunjukkan bahwa sanksi Barat belum sepenuhnya efektif. Armada bayangan yang terdiri dari lebih 700 kapal tua ini masih mengangkut sekitar 75% minyak Rusia yang terkena sanksi, menjadi 'ban serep' bagi Kremlin untuk terus mendanai perang di Ukraina. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak, karena gangguan di jalur pelayaran utama dunia bisa memicu lonjakan harga minyak global.