Kekalahan telak dari tim semenjana di ajang Copa del Rey menjadi awal pahit bagi Real Madrid di bawah arahan pelatih anyar, Alvaro Arbeloa. Tumbang 3-2 dari Albacete, El Real harus angkat koper lebih awal, menambah panjang daftar kekecewaan penggemar mereka.
Pertandingan babak 16 besar Copa del Rey di Stadion Carlos Belmonte pada Rabu malam waktu setempat itu berakhir dengan kejutan besar. Alvaro Arbeloa, yang baru ditunjuk pada Senin lalu untuk menggantikan Xabi Alonso, melihat timnya takluk oleh gol penentu kemenangan Jefte Betancor di masa injury time.
Real Madrid datang ke pertandingan ini tanpa sejumlah bintang utamanya seperti Kylian Mbappe, Thibaut Courtois, dan Jude Bellingham, yang sengaja diistirahatkan untuk laga La Liga berikutnya. Strategi ini ternyata menjadi bumerang, sebab mereka kesulitan menghadapi Albacete yang notabene merupakan tim penghuni peringkat ke-17 di Divisi Segunda atau kasta kedua Liga Spanyol.
Jalannya pertandingan diwarnai kabut tebal pada babak pertama. Albacete berhasil unggul lebih dulu lewat gol Javi Villar di menit ke-42. Namun, kegembiraan tuan rumah tak bertahan lama. Franco Mastantuono berhasil menyamakan kedudukan jelang turun minum, memanfaatkan sepak pojok.
Di babak kedua, Albacete kembali memberikan tekanan. Jefte Betancor membawa tuan rumah unggul lagi di menit ke-82. Drama belum usai, karena Real Madrid kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-91 melalui sundulan Gonzalo Garcia, yang seolah memaksa laga berlanjut ke babak tambahan. Namun, Albacete punya rencana lain. Jefte kembali menjadi mimpi buruk bagi Madrid dengan mencetak gol penentu kemenangan di menit-menit akhir, memastikan Real Madrid angkat koper dari Copa del Rey.
Usai pertandingan, Arbeloa tidak mengelak dari tanggung jawab. “Di klub ini, hasil seri saja sudah buruk, apalagi kekalahan. Ini tragis dan menyakitkan, apalagi melawan tim dari divisi yang lebih rendah,” ujar Arbeloa kepada awak media. “Jika ada yang harus disalahkan atas hasil ini, itu jelas saya. Saya yang membuat keputusan soal susunan pemain dan taktik.”
Pergantian pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa dilakukan Presiden Florentino Perez setelah Madrid kalah di final Piala Super Spanyol melawan rival abadi mereka, Barcelona. Arbeloa sendiri membawa dua pemain dari tim cadangan yang sebelumnya ia latih, yaitu Jorge Cestero dan David Jimenez. Meski demikian, ia mengaku tidak menyesali keputusannya terkait pemilihan pemain.