Gary Neville, mantan kapten Manchester United, buka suara keras soal krisis yang melanda timnya. Ia menilai akar masalah bukan sekadar di kursi pelatih Michael Carrick, tapi pada kepemilikan klub oleh keluarga Glazer. Neville mendesak mereka untuk segera menjual saham mayoritas.
Kritik ini muncul setelah MU menelan kekalahan memalukan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Hasil itu membuat Setan Merah hanya berjarak satu poin dari zona degradasi. Dalam 12 laga di semua kompetisi, MU baru menang dua kali. Ini adalah start terburuk liga dalam 40 tahun terakhir.
Meski performa buruk, manajemen dikabarkan memilih bertahan dengan Carrick karena tak ada perencanaan matang dan opsi pengganti yang jelas. Nama Eddie Howe dan Julian Nagelsmann sempat dikaitkan, tapi belum ada kepastian. Neville menyebut situasi ini sebagai buah dari kebingungan manajemen.
Menariknya, fans masih memberi dukungan moral kepada Carrick. Namun sorakan boo besar terdengar saat para pemain meninggalkan lapangan. Suasana ini menunjukkan kemarahan suporter lebih tertuju pada para pemain dan pemilik klub ketimbang sang manajer.
Neville, yang juga pernah melatih Valencia, menyindir bahwa kadang seorang manajer perlu dipecat demi kebaikan sendiri. Ia menegaskan bahwa masalah utama MU adalah keluarga Glazer yang menguasai klub sejak 2005. Menurutnya, cukup sudah, dan mereka harus pergi.