Mumbai, India – Di usianya yang sudah menginjak 90 tahun, Pushkar Raj Sabharwal masih harus berjuang membela nama baik almarhum putranya, Kapten Sumeet Sabharwal, yang menjadi salah satu pilot dalam kecelakaan tragis Air India pada 12 Juni 2025 lalu. Insiden nahas itu menewaskan setidaknya 260 orang setelah Boeing 787 Dreamliner jatuh sesaat lepas landas dari Ahmedabad menuju London.
Penyebab pasti kecelakaan masih menjadi misteri. Namun, laporan awal dari Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan India (AAIB) pada Juli 2025 menemukan fakta mengejutkan: sakelar kontrol bahan bakar di kedua mesin pesawat berpindah dari posisi 'berjalan' (run) ke posisi 'terputus' (cut-off) tak lama setelah lepas landas. Rekaman kokpit bahkan menangkap percakapan di mana salah satu pilot bertanya kenapa yang lain mematikan mesin, namun dijawab dengan sanggahan.
Spekulasi liar mulai berhembus kencang. Media internasional seperti Reuters dan The Wall Street Journal sempat memberitakan bahwa fokus investigasi beralih ke Kapten Sumeet sebagai pilot senior yang memonitor penerbangan. AAIB langsung bereaksi keras, mengecam laporan tersebut sebagai 'selektif dan tidak terverifikasi'. Mereka menegaskan bahwa menarik kesimpulan sebelum penyelidikan selesai adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Bagi Pushkar, tuduhan yang mengarah ke putranya bagaikan pukulan telak. Ia bahkan sudah membawa masalah ini ke Mahkamah Agung India untuk menuntut investigasi independen. Pengadilan pun sempat menyatakan bahwa tidak ada kesalahan yang dibebankan kepada Kapten Sumeet dalam laporan awal. "Dia sudah tiada dan tidak bisa membela diri. Mengapa pilot selalu yang disalahkan? Itu cara termudah untuk menutup kasus," ujar Pushkar dengan getir kepada BBC.
Meski begitu, Pushkar berjanji akan terus membela reputasi anaknya yang merupakan pilot veteran dengan pengalaman 30 tahun di Air India. Sementara itu, publik masih menunggu hasil investigasi terbaru yang diperkirakan akan dirilis dalam waktu dekat.
Analisis Dampak: Kasus ini membuka luka lama tentang transparansi investigasi kecelakaan penerbangan di India. Tekanan dari keluarga korban dan asosiasi pilot menunjukkan adanya krisis kepercayaan terhadap proses investigasi. Jika tuduhan terhadap pilot senior terus muncul tanpa bukti kuat, hal ini bisa memicu demoralisasi di kalangan pilot dan menurunkan kepercayaan publik terhadap keselamatan penerbangan nasional India.