Malcolm Timbrell (70) menjadi satu-satunya yang selamat dari rombongan 13 orang yang tewas dalam kebakaran hutan dahsyat di Spanyol. Peristiwa tragis ini terjadi di desa Bédar, provinsi Almeria, pada Kamis malam pekan lalu. Istri Malcolm, Annette Kilgore (69), bersama 11 tetangga dan teman mereka, diduga tewas saat mencoba melarikan diri dari amukan api.
Dalam wawancara dengan BBC di lokasi rumahnya yang hancur, Malcolm menceritakan momen memilukan saat ia terpisah dari kelompoknya. Saat api mendekat, ia memutuskan kembali ke rumah untuk menyelamatkan dua kucing peliharaannya, Charlie dan Lilly. "Jika kami melakukan hal yang masuk akal dan pergi ke arah lain, kami berdua pasti masih hidup. Tapi ketika Anda punya hewan, Anda tidak berpikir seperti itu," ujarnya.
Setelah mengamankan kucing-kucingnya, Malcolm melihat rombongan sudah meninggalkan kendaraan dan memilih berjalan kaki. "Istri saya dan tujuh teman lainnya memutuskan berjalan keluar di depan tembok api. Saya berteriak melarang mereka, tapi mereka tetap melakukannya. Saya kemudian mendengar tembok api itu bergerak dengan kecepatan 20 km per jam. Mereka tidak punya peluang," kenangnya.
Malcolm selamat dengan bersembunyi di dalam mobil yang tidak terbakar. Delapan jenazah ditemukan di jalur turun dari rumahnya, sementara empat korban lainnya ditemukan di dalam kendaraan setir kanan yang diduga milik warga Inggris. Kebakaran ini termasuk yang paling mematikan dalam sejarah Spanyol, dengan angin kencang mempercepat penyebaran api.
Analisis: Tragedi ini menyoroti risiko ekstrem kebakaran hutan di kawasan Mediterania yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memiliki rencana evakuasi yang jelas dan tidak meremehkan kecepatan api. Data dari organisasi lingkungan menunjukkan suhu ekstrem dan kekeringan di Spanyol selatan meningkat 30% dalam dekade terakhir, memperparah potensi bencana serupa.