DUA KRITIKUS REZIM DICOKOK, MAROKO DITUDUH SEMAKIN OTORITER - Berita Dunia
← Kembali

DUA KRITIKUS REZIM DICOKOK, MAROKO DITUDUH SEMAKIN OTORITER

Foto Berita

RABAT β€” Otoritas Maroko kembali ditekan oleh kelompok pegiat hak asasi manusia setelah menangkap dua tokoh kritis terhadap pemerintah dalam waktu berdekatan. Seorang jurnalis senior dan seorang rapper ditahan dengan tuduhan pencemaran nama baik, memicu kekhawatiran publik tentang meningkatnya tekanan terhadap kebebasan berekspresi di negara itu.

Ali Lmrabet, jurnalis independen berusia 66 tahun yang sudah lama menjadi kritikus pemerintah, ditahan di Bandara Tangier pada Minggu (19/1) setelah tiba dari Spanyol. Ia baru dibebaskan tiga hari kemudian, pada Rabu (22/1), setelah tekanan dari kelompok pegiat media seperti Reporters Without Borders (RSF) dan Committee to Protect Journalists (CPJ). Meski bebas, Lmrabet masih dalam penyelidikan atas tuduhan membuat pernyataan yang menghina individu dan institusi.

β€œSaya hanya menjalankan jurnalisme. Saya tidak terlibat politik. Fakta bahwa saya menjalankan jurnalisme independen sepertinya mengganggu banyak orang,” kata Lmrabet kepada RSF setelah bebas. Jurnalis ini sebelumnya pernah dipenjara pada 2003 karena dianggap menghina Raja Maroko. Ia juga sempat dilarang bekerja sebagai jurnalis selama sepuluh tahun karena komentarnya soal pengungsi dari Sahara Barat.

Hanya berselang beberapa jam, giliran Mehdi El Youbi, rapper dan pembuat film yang bermarkas di Prancis, dibawa ke pengadilan di Casablanca pada hari yang sama tanpa didampingi pengacara. Ia ditangkap pada Senin (20/1) setelah dilarang kembali ke Prancis. Keluarga dan teman-temannya meyakini penangkapan ini terkait dengan lirik lagu dan unggahan media sosialnya yang dianggap kritis terhadap penguasa.

Lembaga pegiat HAM mencatat, penangkapan beruntun ini terjadi setelah munculnya gerakan protes Gen Z di Maroko tahun lalu. Association of Maghrebi Workers in France memperingatkan bahwa represi tidak bisa dianggap sebagai cara normal dalam bernegara. β€œKita tidak bisa menganggap penangkapan ini sebagai hal biasa. Kita tidak bisa menganggap represi sebagai bentuk pemerintahan yang normal,” demikian pernyataan kelompok tersebut.

Analis independen menilai bahwa langkah Maroko ini bisa berdampak pada iklim investasi dan citra negara di mata internasional, terutama di tengah upaya Rabat menarik investor asing. Penangkapan terhadap jurnalis dan seniman secara beruntun juga dinilai dapat membungkam kritik publik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk dalam isu Sahara Barat yang masih menjadi sengketa dengan Aljazair.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook