ANGGOTA DPR AS DISERANG CAIRAN MISTERIUS SAAT PIDATO! - Berita Dunia
← Kembali

ANGGOTA DPR AS DISERANG CAIRAN MISTERIUS SAAT PIDATO!

Foto Berita

Anggota DPR Amerika Serikat, Ilhan Omar, mengalami insiden mengejutkan saat berpidato dalam sebuah pertemuan warga di Minneapolis. Ia tiba-tiba disiram cairan tak dikenal oleh seorang pria. Insiden ini terjadi ketika Omar dengan lantang menyerukan pembubaran Immigration and Customs Enforcement (ICE), badan imigrasi AS, serta mendesak pengunduran diri Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.

Video yang beredar menunjukkan, seorang pria tak dikenal menerobos ke podium Omar. Dengan cepat, ia menyemprotkan cairan berwarna gelap dari sebuah suntikan sambil berteriak, "Anda harus mundur!". Petugas keamanan langsung bergerak sigap, melumpuhkan pelaku ke lantai, disambut sorakan lega dari para hadirin.

Untungnya, Omar tidak mengalami cedera serius. Ia bahkan tetap tegar, kembali ke podium untuk melanjutkan pidatonya. "Kami masyarakat Minnesota kuat, dan kami akan tetap tangguh menghadapi apa pun yang mereka lemparkan pada kami," ujarnya penuh semangat di hadapan pendukungnya, meski sempat ada laporan cairan tersebut berbau menyengat.

Pihak berwenang segera meringkus pelaku atas tuduhan penyerangan tingkat tiga. Namun, jenis cairan yang disemprotkan masih misterius dan belum diungkap ke publik.

Insiden ini menuai kecaman luas. Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, serta perwakilan Carolina Selatan, Nancy Mace—yang sering berseberangan pandangan dengan Omar—sama-sama mengutuk aksi kekerasan tersebut. Mereka menegaskan bahwa kekerasan dan intimidasi tidak punya tempat dalam arena politik, apa pun perbedaan pendapat yang ada.

Sebagai politikus berdarah Somalia-Amerika dan mantan pengungsi, Omar dikenal dengan pandangan progresifnya, terutama dalam reformasi imigrasi dan kritiknya terhadap kebijakan luar negeri AS, termasuk perang di Gaza. Posisi ini kerap membuatnya menjadi sasaran kritik pedas dari kelompok konservatif. Kejadian ini tidak hanya menyoroti tingginya polarisasi politik di Amerika Serikat, tetapi juga pentingnya menjaga ruang diskusi publik agar tetap aman dari ancaman kekerasan. Perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukan intimidasi fisik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook