Jakarta – Sebanyak 13 negara peserta Piala Dunia 2026 angkat bicara. Mereka secara tegas membantah pernyataan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, yang menyebut banyak pertandingan di turnamen sepak bola terbesar itu sebagai 'tidak menarik'.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Minggu, federasi sepak bola dari Tanjung Verde, Republik Demokratik Kongo, Curacao, Haiti, Yordania, Uzbekistan, Aljazair, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, dan Tunisia menyampaikan kekecewaan mendalam. 'Tidak ada yang namanya pertandingan Piala Dunia yang tidak penting,' bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Al Jazeera.
Pernyataan ini merupakan respons atas komentar Ceferin di konferensi di Ljubljana pekan lalu. Media Slovenia, Zurnal 24, mengutip Ceferin mengatakan, 'Kami memiliki sejumlah besar pertandingan yang sama sekali tidak menarik.'
Bagi negara-negara yang baru pertama kali merasakan atmosfer Piala Dunia seperti Tanjung Verde, Curacao, Yordania, dan Uzbekistan, pernyataan itu dianggap merendahkan. 'Partisipasi di Piala Dunia bukan hanya prestasi olahraga. Ini adalah momen yang menginspirasi satu generasi dan mempercepat perkembangan sepak bola,' tegas pernyataan itu.
Analisis Dampak: Pernyataan ini membuka kembali perdebatan tentang format baru Piala Dunia 48 tim. Di satu sisi, ekspansi membuka peluang bagi negara-negara kecil untuk bermimpi. Namun di sisi lain, para elit sepak bola Eropa khawatir kualitas pertandingan menurun drastis. Yang jelas, sentimen ini bisa memicu ketegangan antara UEFA sebagai asosiasi terkaya dengan negara-negara berkembang yang haus akan pengakuan global.