PASIEN YAMEN TERJEBAK, OPERASI JADI MIMPI - Berita Dunia
← Kembali

PASIEN YAMEN TERJEBAK, OPERASI JADI MIMPI

Foto Berita

Konflik berkepanjangan di Yaman kembali memakan korban. Kali ini, bukan hanya dari kalangan kombatan, tetapi juga warga sipil yang menderita penyakit kronis. Mereka kini terjebak dalam situasi kritis karena akses untuk berobat ke luar negeri semakin tertutup.

Salah satu kisah pilu datang dari Rajaa Ghirsan, seorang penjahit berusia 50 tahun asal Sanaa. Akibat kelumpuhan pita suara dan komplikasi parah pada laring, ia hanya bisa bertahan hidup dengan bantuan alat pernapasan yang menempel di lehernya. Alat itu harus diganti setiap dua bulan dengan biaya 100 dolar AS, sementara kondisi ekonominya semakin terpuruk.

Sejak 2006, Ghirsan telah menjalani enam operasi di Mesir dan India. Namun, ia masih membutuhkan operasi kompleks terakhir untuk membuka kembali jalur pernapasannya. Sayangnya, sistem kesehatan Yaman yang lumpuh akibat perang tidak mampu memberikan perawatan spesialis yang dibutuhkan.

Harapan untuk berobat ke luar negeri sebenarnya terbuka melalui Bandara Internasional Sanaa. Namun, sejak koalisi pimpinan Arab Saudi menutup bandara untuk penerbangan komersial pada 2016, akses tersebut praktis terputus. Meski gencatan senjata PBB sempat membuka penerbangan terbatas pada 2022, serangan udara Israel pada 2025 dan serangan pasukan pemerintah Yaman pada Juli lalu kembali melumpuhkan landasan pacu satu-satunya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi, Anis al-Asbahi, mengungkapkan dampak kemanusiaan yang masif. Penutupan bandara selama satu dekade terakhir telah memengaruhi sekitar 400.000 pasien, termasuk 250.000 di antaranya yang membutuhkan perawatan darurat di luar negeri. Situasi ini diperparah dengan kelangkaan lebih dari 1.600 jenis obat-obatan, termasuk 12 jenis obat kanker yang dilarang masuk ke negara tersebut.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook