LARANGAN KAMERA 'MESUM' ATLET WANITA, BEGINI ATURAN BARUNYA - Berita Dunia
← Kembali

LARANGAN KAMERA 'MESUM' ATLET WANITA, BEGINI ATURAN BARUNYA

Foto Berita

Jakarta – European Athletics bersama European Broadcasting Union (EBU) resmi meluncurkan pedoman baru yang melarang pengambilan gambar secara seksual terhadap atlet wanita. Aturan ini lahir setelah banyak atlet mengeluh bahwa angle kamera tertentu membuat mereka tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi saat bertanding.

Pedoman bertajuk 'Raising the Bar' ini secara tegas melarang beberapa teknik pengambilan gambar. Mulai dari close-up berkepanjangan pada bagian tubuh tertentu, sudut rendah yang merekam dari belakang atau bawah atlet, hingga tayangan ulang slow-motion yang tidak relevan dengan aksi olahraga itu sendiri.

Presiden European Athletics, Dobromir Karamarinov, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk menghilangkan penggambaran yang merugikan atlet wanita. 'Kami tetap ingin menjaga kualitas tayangan yang tinggi, tapi tanpa mengeksploitasi tubuh atlet,' ujarnya.

Yang menarik, pedoman ini juga dilengkapi ilustrasi visual untuk setiap cabang olahraga. Misalnya pada lompat tinggi, angle kamera rendah yang merekam dari bawah atlet dinilai sangat berpotensi menghasilkan gambar yang tidak pantas. Begitu pula dengan tayangan ulang saat atlet melewati mistar, dianggap tidak memberikan nilai teknis apa pun.

Sebagai gantinya, penyiar disarankan menggunakan angle kamera lebar yang menangkap keseluruhan gerakan atlet. Juga dianjurkan untuk memanfaatkan kamera udara dan grafik edukatif. Mantan juara dunia lompat jauh, Ivana Spanovic, menambahkan bahwa slow-motion sebaiknya hanya digunakan untuk menyoroti presisi teknik, seperti momen tolakan atau langkah sempurna.

Glen Killane, Direktur Eksekutif EBU Sport, mengakui bahwa seksualisasi atlet wanita melalui pilihan angle kamera masih menjadi masalah besar di banyak siaran olahraga. 'Kami tidak ingin ada lagi tayangan yang tidak punya nilai cerita atau teknis selain hanya untuk sensasi,' tegasnya.

Dampaknya bagi masyarakat, aturan ini diharapkan mengubah cara pandang penonton terhadap atlet wanita. Mereka ingin dinilai dari prestasi, bukan dari fisik semata. Ini juga menjadi alarm bagi penyiar televisi di Indonesia untuk mulai mengevaluasi standar pengambilan gambar mereka, terutama saat menyiarkan olahraga atletik atau cabang lain yang banyak menampilkan atlet wanita.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook