GEMPITA GAZA: 11 TEWAS, HELIKOPTER ISRAEL HANTAM 4 GEDUNG - Berita Dunia
← Kembali

GEMPITA GAZA: 11 TEWAS, HELIKOPTER ISRAEL HANTAM 4 GEDUNG

Foto Berita

Gaza, 2026 – Serangan udara Israel kembali mengguncang Kota Gaza pada Kamis dini hari, menewaskan sedikitnya 11 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Otoritas med setempat melaporkan puluhan lainnya luka-luka setelah pesawat dan helikopter militer Israel menghantam empat bangunan tempat tinggal di lingkungan Sheikh Radwan, Tel al-Hawa, serta Kamp Pengungsi Shati.

Para saksi mata menggambarkan situasi mencekam. Helikopter Apache milik Israel sempat melayang di atas pesisir Gaza sebelum melancarkan serangan simultan. Rekaman media sosial menunjukkan kobaran api besar yang melalap sebuah gedung di Kamp Shati, memicu kepanikan di antara warga yang berusaha menyelamatkan diri.

Menurut sumber keamanan, target serangan kali ini adalah seorang komandan Hamas di Gaza utara bernama Hassan Labad. Ia tewas bersama istri dan tiga anaknya. Juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza menyebutkan, korban jiwa dari keluarga Labad mencakup dua anak penyandang disabilitas dan tiga perempuan.

Hingga berita ini diturunkan, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi. Namun, pola serangan ini konsisten dengan kebijakan Israel yang terus melancarkan serangan udara meskipun kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS telah berlaku sejak Oktober 2025. Israel menuduh Hamas memanfaatkan gencatan senjata untuk mempersenjatai kembali pasukannya.

Dampak Kemanusiaan yang Memprihatinkan

Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 940 orang tewas sejak gencatan senjata berlaku. Secara keseluruhan, sejak 7 Oktober 2023, angka kematian di Gaza telah melampaui 72.950 jiwa. Situasi ini diperparah dengan rencana Israel yang dikabarkan akan memperluas wilayah kekuasaannya hingga 70 persen dari total area Gaza—sebuah langkah yang secara terang-terangan melanggar ketentuan gencatan senjata.

Komunitas internasional dinilai terlalu fokus pada konflik di belahan Timur Tengah lain, sehingga krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk tanpa penanganan berarti. Serangan terbaru ini kembali menegaskan bahwa perdamaian di kawasan itu masih menjadi mimpi yang jauh dari kenyataan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook