Jesse Jackson, ikon perjuangan hak sipil Amerika Serikat dan mantan kandidat presiden, telah meninggal dunia di usia 84 tahun pada Selasa. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi jutaan orang dan mengakhiri era seorang pejuang yang gigih demi kesetaraan dan keadilan sosial.
Jackson dikenal sebagai pendeta Baptis yang memulai perjalanannya dari wilayah Selatan AS yang masih memberlakukan segregasi. Ia menjadi rekan dekat Martin Luther King Jr. dan kemudian berdiri sebagai pemimpin hak sipil terkemuka. Semasa hidupnya, ia mendirikan Operation Breadbasket untuk mengatasi kesenjangan ekonomi komunitas kulit hitam serta Rainbow/PUSH Coalition, platform penting untuk isu-isu keadilan sosial di tingkat nasional.
Tak hanya itu, Jackson dua kali mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Demokrat pada tahun 1984 dan 1988, mencetak sejarah dan membuka jalan bagi pemimpin kulit hitam lainnya yang ingin meraih posisi tertinggi.
Berbagai pemimpin dunia dan AS menyampaikan belasungkawa, mengakui pengaruhnya yang tak terhapuskan. Mantan Presiden Barack Obama menyebut Jackson sebagai "raksasa sejati" yang menginspirasi dirinya dan Michelle, bahkan menyebut Jackson "meletakkan fondasi" bagi kampanye Obama menuju Gedung Putih. Presiden Joe Biden memujinya sebagai sosok "ulet dan gigih" yang memimpin AS melalui masa-masa sulit, sementara Wakil Presiden Kamala Harris mengenang Jackson yang "mengguncang jutaan orang" lewat pencalonan presidennya.
Menariknya, mantan Presiden Donald Trump juga turut menyampaikan duka, menyebut Jackson sebagai "pria baik" dan memanfaatkan momen tersebut untuk membela diri dari tudingan rasisme. Kepergian Reverend Jackson menjadi pengingat akan perjuangan panjang untuk kesetaraan di AS. Warisannya tidak hanya tercetak dalam gerakan hak sipil, tetapi juga dalam membuka pintu bagi representasi politik yang lebih beragam, membuktikan bahwa seorang anak dari era segregasi bisa menjadi inspirasi bagi presiden pertama kulit hitam AS. Pemikirannya tentang keadilan ekonomi dan sosial masih sangat relevan hingga kini.