PIALA DUNIA 2026: GELOMBANG TANTANGAN DI BALIK PESTA SEPAKBOLA - Berita Dunia
← Kembali

PIALA DUNIA 2026: GELOMBANG TANTANGAN DI BALIK PESTA SEPAKBOLA

Foto Berita

Turnamen Piala Dunia 2026 resmi bergulir pekan ini. Namun, di balik euforia pertandingan, sejumlah masalah besar ikut mewarnai gelaran akbar ini. Analis BBC, Ros Atkins, mengupas tuntas tantangan yang dihadapi, mulai dari gelombang panas, biaya selangit, dampak lingkungan, hingga pembatasan perjalanan yang merepotkan.

Para penggemar asal Bosnia-Herzegovina yang hadir di Toronto, Kanada, mengeluhkan mahalnya biaya perjalanan dan harga tiket pertandingan tim mereka. Sementara itu, pemain dan staf tim harus bolak-balik terbang dari luar Amerika Serikat untuk setiap pertandingan babak grup, sebuah logistik yang melelahkan dan tidak ramah lingkungan.

Di tengah hiruk-pikuk sepakbola, isu politik global juga memanas. Presiden AS Donald Trump membantah tuduhan bahwa dirinya pernah berjanji untuk 'tidak memulai perang baru'. Tim Verifikasi BBC menemukan beberapa bukti rekaman di mana ia menyatakan hal tersebut selama kampanye pemilu 2024. Dalam perkembangan lain, otoritas federal AS menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan kokain senilai lebih dari 45 juta dolar AS.

Selain itu, momen pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin turut menjadi sorotan. Keduanya menggelar upacara penyambutan yang nyaris identik dengan kunjungan Presiden Trump pekan lalu. Hubungan erat antara kedua pemimpin ini menjadi sinyal kuat bagi dinamika geopolitik global.

Analisis Dampak: Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga cerminan fragmentasi politik dan ekonomi dunia. Isu biaya tinggi berpotensi membatasi akses penggemar kelas menengah ke bawah. Sementara itu, isu lingkungan dari penerbangan berulang para pemain menjadi kritik keras bagi FIFA. Di sisi lain, pertemuan Xi-Putin menegaskan poros kekuatan baru yang menantang dominasi Barat, terutama di tengah ketegangan AS dengan Kuba dan Venezuela.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook