MIMPI BURUK MESIR DI YAMEN KEMBALI MENGHANTUI - Berita Dunia
← Kembali

MIMPI BURUK MESIR DI YAMEN KEMBALI MENGHANTUI

Foto Berita

Isu keterlibatan militer Mesir untuk membela Arab Saudi dari serangan kelompok Houthi memicu kekhawatiran tersendiri di Kairo. Pasalnya, sejarah kelam intervensi militer Mesir di Yaman pada era 1960-an masih membekas kuat dalam ingatan kolektif bangsa Mesir.

Sebagai catatan sejarah, pada tahun 1962 Mesir mengirim ribuan tentaranya ke Yaman Utara. Saat itu, mereka bertempur mendukung kelompok republikan melawan pasukan royalis yang didukung Arab Saudi. Meski pihak republikan menang, Mesir harus menelan pil pahit dengan ditariknya pasukan mereka setelah kekalahan telak dari Israel pada Perang 1967, ditambah kerugian besar akibat perang di Yaman.

Kembalinya wacana intervensi ini berawal dari pernyataan Presiden Abdel Fattah el-Sisi yang memicu reaksi beragam. Menghadapi kritik, el-Sisi menegaskan bahwa penempatan militer, jika pun terjadi, murni untuk pertahanan Arab Saudi dan tidak akan melibatkan agresi langsung ke Yaman. Sikap ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty yang mendesak adanya solusi politik atas konflik tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Arab Saudi menjadi target serangan intensif Houthi, termasuk serangan udara ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan 13 orang, salah satunya warga Mesir. Situasi ini membuat Riyadh berharap besar pada dukungan sekutu lamanya. Beberapa negara seperti Turki, Pakistan, Prancis, dan Inggris bahkan telah mengerahkan pasukan untuk operasi defensif di sana.

Dewan Pertahanan Nasional Mesir sebelumnya menyatakan kesiapan memberikan dukungan penuh bagi stabilitas Arab Saudi. Namun, rencana pengerahan pasukan ke luar negeri tetap membutuhkan persetujuan parlemen. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung Senin mendatang setelah tertunda sepekan, memberikan waktu bagi para legislator yang ragu untuk mempertimbangkan risiko politik dan militer dari langkah ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook