Kemenangan tak terduga Partai Hijau di pemilihan sela Gorton dan Denton, Greater Manchester, benar-benar mengguncang peta politik Inggris. Bagaimana tidak, daerah pemilihan ini selama hampir seabad dikenal sebagai basis kuat Partai Buruh, dan kekalahan telak ini menjadi pukulan memalukan bagi Perdana Menteri Keir Starmer.
Hasil yang diumumkan Jumat lalu menunjukkan, Hannah Spencer dari Partai Hijau, seorang anggota dewan sekaligus tukang ledeng berusia 34 tahun, berhasil meraih 40,7 persen suara. Ironisnya, Partai Buruh yang pada pemilihan umum 2024 lalu mampu meraup lebih dari separuh suara di daerah ini, kini harus puas di posisi ketiga yang menyakitkan. Sementara itu, Partai Reformasi yang berhaluan kanan keras justru berhasil menempati posisi kedua.
Kekalahan ini bukan hanya sekadar pergantian kursi, melainkan sinyal keras bahwa politik dua partai tradisional Inggris mulai retak. Para analis bahkan menyebut hasil ini sebagai 'momen seismik' yang menunjukkan masa depan politik Inggris semakin tak pasti, bahkan sejak berakhirnya Perang Dunia II. Ketua Partai Buruh, Anna Turley, terang-terangan menyebut hasil ini 'sangat mengecewakan'.
Partai Hijau sendiri berhasil memposisikan diri sebagai alternatif bagi Buruh, mengkritik partai berkuasa itu yang dianggap telah menjauh dari nilai-nilai yang dulu mereka perjuangkan. Salah satu faktor penting yang disorot adalah sikap vokal Partai Hijau, termasuk pemimpinnya Zack Polanski, dalam mengutuk perang Israel di Gaza dan mendukung Palestina. Banyak pemilih Buruh merasa marah dan kecewa dengan dukungan diplomatik pemerintah Inggris terhadap Israel di tengah tragedi kemanusiaan di Gaza.
Kemenangan ini menambah tekanan besar bagi Starmer yang kini popularitasnya terus merosot dan menghadapi berbagai gejolak internal. Sebelumnya, Starmer sudah menghadapi seruan mundur dan bahkan skandal penangkapan Peter Mandelson, duta besar yang ditunjuknya, terkait Jeffrey Epstein. Starmer sendiri sudah mengerahkan banyak modal politik dengan menghalangi tokoh populer Andy Burnham maju di pemilihan ini, bahkan sempat berkunjung langsung ke daerah pemilihan sebelum pemungutan suara.
Dengan kemenangan bersejarah ini, Partai Hijau kini mengamankan kursi kelima mereka di parlemen. Sementara itu, Partai Reformasi yang berada di posisi kedua sudah memiliki delapan kursi. Ini menunjukkan bahwa partai-partai kecil kini makin diperhitungkan dan menjadi penantang serius bagi partai-partai mapan di kotak suara, sebuah refleksi dari pencarian pemilih akan pilihan baru di tengah ketidakpuasan politik.