PEMILIHAN AS MULAI, 230 JUTA WARGA MENENTUKAN ARAH NEGARA - Berita Dunia
← Kembali

PEMILIHAN AS MULAI, 230 JUTA WARGA MENENTUKAN ARAH NEGARA

Foto Berita

Lebih dari 230 juta pemilih terdaftar di Amerika Serikat bersiap menuju tempat pemungutan suara pada Selasa (waktu setempat) untuk menentukan komposisi Kongres dan sejumlah gubernur dalam pemilihan tengah periode (midterms). Seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat dan 35 dari 100 kursi Senat diperebutkan, sementara pemilih di 36 negara bagian juga akan memilih gubernur.

Saat ini, Partai Republik menguasai kedua kamar Kongres. Partai Demokrat membutuhkan tambahan empat kursi di Senat dan tiga kursi di DPR untuk merebut mayoritas. Jam pembukaan TPS ditentukan masing-masing negara bagian, dengan Vermont menjadi yang pertama membuka pukul 05.00 pagi waktu setempat, disusul New Jersey, Virginia, Connecticut, dan Kentucky satu jam kemudian.

Penutupan TPS berlangsung bergelombang, dimulai dari Indiana dan Kentucky pukul 18.00, sementara Alaska menjadi yang terakhir tutup sekitar pukul 01.00 dini hari waktu Timur. Hasil awal diperkirakan mulai muncul pada Selasa malam, namun hasil akhir bisa memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu, terutama untuk wilayah yang persaingannya ketat. Hal ini karena banyak surat suara melalui pos dan suara sementara baru dihitung setelah malam pemilihan.

Analisis Dampak: Pemilihan ini menjadi barometer politik penting bagi pemerintahan Presiden Joe Biden. Jika Demokrat kehilangan kendali Kongres, agenda legislatif pemerintahan akan terhambat, dan kebijakan luar negeri serta domestik AS berpotensi mengalami perubahan signifikan. Bagi masyarakat global, termasuk Indonesia, hasil pemilihan ini akan mempengaruhi arah kebijakan perdagangan, keamanan, dan diplomasi AS dalam dua tahun ke depan. Ketidakpastian hasil yang berkepanjangan juga dapat memicu volatilitas pasar keuangan global.

Informasi Tambahan: Berdasarkan laporan media internasional, tingkat partisipasi pemilih muda dan minoritas diperkirakan meningkat dibanding pemilihan sebelumnya. Selain itu, isu ekonomi, inflasi, dan hak reproduksi menjadi tema dominan yang mempengaruhi preferensi pemilih. Beberapa negara bagian juga menerapkan aturan baru terkait verifikasi identitas pemilih yang berpotensi mempengaruhi aksesibilitas pencoblosan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook