Cornell University tengah menghadapi sorotan tajam terkait penanganan kasus dugaan pemerkosaan berantai yang terjadi pada 2024. Presiden universitas, Michael Kotlikoff, angkat bicara melalui pernyataan video resmi dan mengakui bahwa institusinya 'harus berbuat lebih baik' dalam menangani laporan kekerasan seksual.
Kotlikoff yang saat itu menjabat sebagai presiden interim menyampaikan permintaan maaf serta komitmen untuk mengevaluasi prosedur penanganan kasus di lingkungan kampus. Kasus ini menjadi pukulan telak bagi reputasi Cornell sebagai salah satu kampus elite di Amerika Serikat.
Analisis Dampak: Insiden ini kembali menyoroti lemahnya sistem perlindungan mahasiswa di kampus-kampus bergengsi. Bagi masyarakat luas, kasus ini menjadi pengingat bahwa status akademik tinggi tidak menjamin keamanan mahasiswa. Tekanan publik diperkirakan akan mendorong tuntutan reformasi kebijakan penanganan kekerasan seksual di institusi pendidikan tinggi, tidak hanya di AS tetapi juga menjadi perhatian global.