WABAH CAMPAK AS MELEDAK, 4.410 KASUS TERCATAT - Berita Dunia
← Kembali

WABAH CAMPAK AS MELEDAK, 4.410 KASUS TERCATAT

Foto Berita

Wabah campak di Amerika Serikat kembali memanas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat 4.410 kasus sepanjang 2026, melonjak 330 kasus hanya dalam sepekan. Angka rawat inap pun melesat ke 451 pasien di seluruh negeri.

Pennsylvania jadi episentrum terburuk. Per Rabu lalu, negara bagian itu melaporkan 1.222 kasus yang tersebar di 42 kabupaten, dengan 86 infeksi baru sejak 9 Oktober. Dampaknya serius: 225 orang dirawat di rumah sakit dan lima kematian dikonfirmasi terkait campak. Otoritas setempat kini tengah menyelidiki laporan kematian keenam.

Kelompok usia 5-19 tahun menyumbang 42 persen kasus, disusul dewasa 20 tahun ke atas (41 persen), dan anak balita 17 persen. Melihat lonjakan ini, CDC mengirim seorang "detektif penyakit" dari Epidemic Intelligence Service untuk membantu otoritas kesehatan negara bagian. Langkah ini merespons permintaan bantuan federal atau Epi-Aid dari Pennsylvania.

Upaya vaksinasi masif gencar dilakukan. Lebih dari 5.900 dosis vaksin MMR telah disuntikkan di 202 klinik pop-up sejak wabah meletus akhir April. Gubernur New York Kathy Hochul bahkan mendeklarasikan darurat bencana pada 5 Oktober, berlaku hingga 4 November, guna memperluas kewenangan tenaga kesehatan dan mempercepat tes campak.

Yang mengkhawatirkan, cakupan vaksinasi campak anak TK di AS merosot dari 95,2 persen (2019-2020) menjadi 92,4 persen (2025-2026). CDC memperkirakan sekitar 280.000 anak TK rentan terinfeksi akibat celah imunisasi ini.

Analisis Singkat: Penurunan cakupan vaksinasi menjadi akar masalah yang memperparah wabah. Ketika kekebalan kelompok (herd immunity) melemah, virus campak yang sangat menular bisa dengan cepat menyebar, terutama di komunitas dengan tingkat imunisasi rendah. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga beban sistem kesehatan dan potensi gangguan aktivitas sekolah serta publik. Peran aktif orang tua dalam memastikan anak mendapat vaksin MMR lengkap menjadi kunci untuk memutus rantai penyebaran.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook