Polandia tengah dilanda gelombang kekerasan yang mencekam dunia pendidikan. Dalam sepekan terakhir, serangkaian serangan berdarah terjadi di berbagai sekolah, memicu respons cepat dari pemerintah dan kepolisian setempat.
Perdana Menteri Donald Tusk menyatakan bahwa aksi kekerasan ini dipicu oleh fenomena 'glorifikasi kekerasan' di dunia maya. Menurutnya, para pelaku sering kali bertindak spontan setelah terpapar konten ekstremis, termasuk ideologi sayap kanan dan kekaguman terhadap pembunuh massal yang diidolakan secara online.
Insiden paling mematikan terjadi di sebuah sekolah dasar di utara Warsawa, di mana seorang petugas kebersihan berusia 37 tahun tewas dalam serangan penikaman. Sehari sebelumnya, seorang siswa berusia 19 tahun melukai sembilan orang di sekolah kejuruan. Otoritas keamanan juga menangkap seorang remaja di kota Sierpc karena mengancam akan melakukan aksi berbahaya.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian telah menggelar inspeksi besar-besaran di puluhan ribu sekolah dan menangkap 117 orang terkait kepemilikan senjata ilegal serta ancaman kekerasan. Situasi ini diperparah dengan adanya rumor tantangan online 'Bloody Friday' yang sempat meresahkan siswa dan orang tua.